5 Tahapan Manajemen Keuangan Pribadi, di Mana Posisi Keuangan Anda?

marketeers article
tahapan dalam keuangan pribadi | sumber: 123rf

Memulai perjalanan menuju keuangan pribadi yang mapan tentu perlu melewati berbagai tahapan yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. 

Tahapan ini mulai dari mencukup pengeluaran pokok sehari-hari hingga mengamankan keuangan masa depan, memberi kembali ke lingkungan, hingga merencanakan pembagian warisan. 

Dengan memahami tahapan keuangan pribadi, Anda akan dapat lebih mudah dalam mengelola keuangan yang kompleks sebagai langkah persiapan untuk masa depan. 

Lalu, bagaimana setiap tahapan dalam keuangan pribadi yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasan berikut yang telah Marketeers lansir dari Entrepreneur:

1. Tahap membayar tagihan

Perjalanan keuangan yang akan pertama kali Anda lalui adalah menghasilkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak ada masalah dengan apa profesi Anda, baik itu bekerja sebagai profesional maupun menjalankan bisnis, tujuan Anda satu, yaitu memastikan bahwa Anda dapat membiayai makan keluarga, sewa rumah, membayar listrik, biaya kesehatan, dan lainnya. 

Anda perlu berhemat terlebih dahulu dan tidak perlu hidup bermewah-mewahan karena kehidupan yang bergelimang harta adalah tujuan Anda di masa depan, bukan kebiasaan Anda saat ini.

BACA JUGA: Gen Z Harus Pintar Manajemen Keuangan, Hindari 5 Bad Money Habits Ini

2. Tahap akumulasi kekayaan

Setelah kebutuhan pokok Anda dan keluarga Anda sehari-hari telah terpenuhi, maka saatnya Anda mengakumulasi kekayaan dan keuangan pribadi Anda. Umumnya pada fase ini seseorang akan memiliki penghasilan yang meningkat dan mungkin tergoda untuk bisa membeli barang-barang mewah yang sebelumnya tidak mampu dibeli.

Untuk sesekali mungkin tidak masalah, namun ingat, jangan berlebihan dan tempatkan kembali diri Anda ke fase pertama! Tujuan Anda untuk hidup mewah, tenang, dan bahagia tidak di fase ini. 

3. Tahap tabungan

Saat kekayaan dan keuangan Anda telah bertambah berkali-kali lipat, sudah saatnya Anda memasuki fase menabung. Pada fase ini Anda harus membangun pengaman finansial Anda dalam jangka panjang.

Jangan lupa memikirkan sumber penghasilan pasif agar Anda dapat memperoleh lebih banyak uang dengan durasi bekerja yang lebih sedikit di masa depan, terutama ketika nantinya Anda akan memutuskan untuk pensiun dari pekerjaan Anda.

Fokus Anda saat ini adalah memiliki keuangan pribadi yang bersumber dari penghasilan pasif yang cukup untuk menjaga gaya hidup Anda meskipun sumber penghasilan utama Anda sudah tidak lagi ada selamanya.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Tools untuk Cerdas dalam Manajemen Keuangan Pribadi

4. Tahap beramal

Beramal tentu bisa Anda lakukan sejak di tahap pertama sekalipun. Namun, Anda bisa melakukannya dalam porsi yang lebih besar pada tahapan ketika finansial Anda sudah stabil dan pendapatan pasif Anda menguat. 

Uang yang telah Anda cari selama bertahun-tahun lamanya juga perlu Anda beri kembali ke dunia atau orang lain yang jauh lebih membutuhkan. Gunakan kelebihan harta yang Anda miliki untuk membantu sesama, memberikan dampak positif, dan berkontribusi pada masyarakat. 

Percayalah, jika Anda melakukan tahapan ini dengan sebaik-baiknya, Anda akan merasakan kebahagiaan yang jauh lebih berharga dari apa pun yang Anda punya.

5. Tahap pewarisan

Tahap terakhir dari perjalanan keuangan pribadi Anda adalah mulai memikirkan apa saja yang akan Anda tinggalkan untuk orang-orang yang Anda cintai dalam hidup atau disebut juga dengan warisan.

Warisan ini dapat berupa tempat tinggal yang nyaman, aset berharga, warisan, hingga perencanaan ahli waris yang tertulis secara legal. Hal ini sangat penting dalam manajemen keuangan bagi Anda yang telah memasuki fasenya.

Biarkan anak-anak atau ahli waris Anda merasa nyaman dan aman, namun jangan beri mereka harta yang terlalu banyak dan berlebihan. Hal ini bisa membuat mereka menjadi manja dan malas untuk berusaha lebih dibanding Anda. 

Hal ini tentu sebuah keputusan sulit, namun baik untuk Anda pikirkan dari jauh-jauh hari sebelum masa itu datang dan Anda menyesalinya.

Itulah lima tahapan keuangan pribadi yang bisa Anda pelajari dan perlu Anda persiapkan lebih serius. Waktu tentu akan berputar dengan sangat cepat. Jangan berleha-leha dengan posisi Anda saat ini.

Disiplin dalam mengelola keuangan pribadi, menentukan tujuan yang tepat, dan berusaha mencapai setiap target yang Anda buat tentu dapat mendorong Anda untuk lebih cepat dalam mewujudkan setiap rencana keuangan dalam hidup Anda.

BACA JUGA: Berat Jadi Sandwich Generation? Berikut 5 Tips Keuangan Untuk Anda!

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS