5 Tips Mengelola Keuangan Bisnis UKM, Tetapkan Target dan Evaluasi

profile photo reporter Ratu Monita
RatuMonita
28 Februari 2024
marketeers article
Ilustrasi mengelola keuangan bisnis. (Sumber: 123rf)

Mengelola keuangan bisnis merupakan salah satu aspek terpenting dalam menjaga kelangsungan dan pertumbuhan sebuah usaha. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, bisnis dapat menghadapi tantangan yang serius dan bahkan risiko kegagalan.

Melansir dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berikut ini beberapa tips untuk mengelola keuangan bisnis yang baik bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UKM).

1. Disiplin pencatatan keuangan

Dalam menjalankan bisnis, pencatatan keuangan menjadi hal yang penting bagi usaha. Namun, pelaku UKM yang masih didominasi usaha mikro dan kecil sering kali mengabaikan hal ini.

BACA JUGA 20 Merek Franchise dan Peluang Bisnis Pilihan Tahun 2024

Padahal, mencatat segala pemasukan dan pengeluaran bisnis setiap harinya penting untuk mengontrol cashflow keuangan, sehingga dapat terkontrol dengan baik.

Pasalnya, setiap bisnis yang dijalankan harus diketahui secara pasti biaya operasional, berapa keuntungan yang diperoleh, dan berapa modal yang digunakan untuk usaha.

Dengan begitu, para pemilik usaha dapat mengevaluasi kemampuan dan kapasitas usahanya sehingga perencanaan pengembangan usaha dapat ditetapkan berdasarkan data pencatatan tersebut.

2. Memisahkan keuangan pribadi dan usaha

Selain pencatatan keuangan, penting bagi pelaku bisnis untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha agar lebih mudah dalam mengelola keuangan usahanya.

Pasalnya, akurasi pencatatan keuangan usaha dapat memengaruhi pengambilan keputusan dan mengevaluasi kinerja usahanya.

BACA JUGA Tak Perlu Modal Besar, Ini 5 Ide Bisnis Franchise Rp 20 Jutaan

Selain itu, arus kas yang tercampur antara keuangan pribadi dan usaha dapat menyulitkan para pelaku UKM dalam menentukan biaya operasional usaha.

3. Memiliki pondasi bisnis yang kuat dan terlindungi

Ketika keuangan usaha sudah tercatat dengan baik dan laba dapat terukur dengan akurat, sisihkan sebagian laba ditahan untuk melindungi usaha dalam bentuk dana darurat dan asuransi.

Dana darurat merupakan cadangan dana yang hanya dapat digunakan apabila mengalami bencana, musibah, dan hal-hal lain di luar kendali yang dapat mengganggu kinerja dan operasional usaha.

Adapun asuransi merupakan pengalihan risiko agar usaha kamu tidak menanggung biaya besar apabila ada hal-hal tak terduga yang terjadi dalam usaha.

4. Perencanaan dan pengelolaan utang

Dalam bisnis, utang dapat menjadi pengungkit untuk dapat meningkatkan kapasitas dan performa perusahaan. Namun, utang yang tidak terkendali dapat menyebabkan masalah finansial bahkan kebangkrutan dalam usaha apalagi berada di era yang serba tidak pasti seperti sekarang.

Apabila sudah memiliki utang sebelumnya, perhatikan rasio utang terhadap aset yang dimiliki tidak lebih dari 50%, dan rasio utang terhadap pendapatan tidak lebih dari 30%.

BACA JUGA 5 Tips Mengelola Hubungan Bisnis dengan Mitra, Bukan Hanya Komunikasi

Penting untuk diperhatikan, sebelum memutuskan untuk mengajukan utang, perencanaan utang wajib dilakukan sematang mungkin. Mulai dari seberapa besar utang yang dibutuhkan, urgensi dari penggunaan utang tersebut, hingga mempertimbangkan kemampuan dalam melunasi utang tersebut.

5. Tetapkan target dan evaluasi bisnis

Sebagai pelaku UKM, kebutuhan pribadi dapat menjadi patokan dalam menentukan besaran gaji yang diterima dari usaha dan target omzet yang harus dicapai pada masa depan.

Sebab itu, dibutuhkan evaluasi bisnis berkala untuk menganalisis apakah kegiatan operasional usaha dinilai sudah tepat atau perbaikan yang dibutuhkan untuk peningkatan efisiensi usaha.

Mengelola keuangan menjadi hal yang penting bagi sebuah usaha. Makin besar sebuah usaha yang dijalankan, maka kian rumit pula dalam mengatur keuangan usaha tersebut.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS