Lifestyle

7 Trik Merawat Lemari Agar Lebih Awet Dipakai Bertahun-tahun

Ilustrasi: 123RF

Sebagai tempat penyimpanan berbagai jenis barang, lemari menjadi furnitur yang umum ada di dalam rumah, baik lemari pakaian untuk menyimpan baju maupun lemari dapur untuk menyimpan peralatan masak. Umumnya, material yang terpikirkan pertama kali saat mendengar kata lemari adalah kayu jati atau mahoni. Meski demikian, untuk alasan ketersediaan material dan harga, tersedia beberapa alternatif lain, seperti HPL, plastik, atau resin yang terjamin keawetannya.

Apapun materialnya dan seberapa awet lemari tersebut diklaim, penggunanya tetap harus melakukan perawatan agar umur lemari tersebut panjang. Berikut beberapa trik untuk merawat lemari supaya bisa dipakai bertahun-tahun yang dikutip dari Dekoruma.

Jangan Memasang Alas Berupa Kertas Koran

Langkah ini merupakan salah satu miskonsepsi bahkan kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemilik lemari di rumah. Seringkali bagian dalam lemari, khususnya lemari baju dua pintu atau tiga pintu, dilapisi dengan kertas koran sebagai alas supaya barang di dalamnya tidak kotor.

Bukannya menjaga lemari agar tidak kotor, kehadiran kertas koran membuat bagian dalam lemari rentan untuk menjadi lembab dan berjamur. Belum lagi mengundang hama seperti tikus atau kecoa yang memakan kertas koran tersebut.

Maka dari itu, tidak perlu menggunakan koran sebagai alas lemari. Pastikan saja bagian dalam lemari sudah dilap dan dikeringkan sampai bersih sebelum menaruh barang di dalamnya.

Tidak Menempel ke Dinding

Kesalahan lain yang cukup lazim dilakukan adalah memosisikan lemari menempel ke dinding. Meski di satu sisi menghemat ruang, hal ini membuat bagian belakang lemari rentan lembab dan berjamur karena tidak ada sirkulasi udara di bagian belakang. Hal ini bisa membuat bagian belakang lemari menjadi lapuk.

Solusinya mudah saja, yaitu memberikan jarak lima sampai sepuluh sentimeter dari dinding agar ada sirkulasi udara di bagian belakang lemari. Hal ini membuat lemari jadi lebih awet.

Rutin Membongkar Isi Lemari

Membongkar isi lemari adalah hal yang rutin dilakukan. Biasanya ditujukan dengan maksud ingin membersihkan bagian dalam lemari. Pada kesempatan ini, Anda juga bisa memilah-milah barang yang masih akan disimpan. Barang yang bisa dibuang mencegah lemari menjadi overload dan berisiko untuk roboh karena keberatan beban.

Mengeluarkan seluruh isi lemari juga memudahkan proses pembersihan sampai ke sudut-sudut bagian dalam. Dengan begitu, area-area yang sudah mulai lembab, berjamur, atau lapuk bisa segera dibersihkan atau dibenahi.

Usap Permukaan Lemari dengan Lap Kering

Biasanya, bagian dalam lemari dibersihkan menggunakan lap basah. Eits! Langkah ini tidak tepat karena lap basah berisiko membuat lemari menjadi lembab dan berjamur, meski nantinya diusap lagi dengan lap kering atau dikeringkan. Lap basah hanya akan membuat lemari, terutama yang berbahan kayu menjadi cepat lapuk.

Maka dari itu, langsung saja menggunakan lap kering untuk membersihkan debu. Lap kering berbahan microfiber bisa dengan efektif membersihkan debu tanpa perlu dibasahi.

Pastikan Bagian dalam Lemari Kering

Memastikan bagian dalam lemari kering sempurna perlu dilakukan untuk mencegah munculnya jamur dan kelapukan. Gunakan hair dryer untuk mengeringkan bagian dalam lemari. Proses ini bisa dilakukan saat membersihkan lemari secara rutin. Cara lain bisa dengan menjemur lemari di luar ruangan supaya kelembaban dan bau lemari bisa hilang dengan bantuan matahari.

Melapisi Lemari dengan Cairan Pelindung

Setelah dibersihkan, sebaiknya permukaan lemari juga diberikan perlindungan ekstra dengan mengoleskan cairan polishing. Cairan polishing akan memastikan kayu bebas dari rayap dan memberikan efek mengilap alami kayu. Bukan cuma kayu, lemari dengan material lain juga bisa diberikan cairan polishing atau cat finishing khusus sesuai dengan bahan lemari tersebut.

Gunakan Kapur Barus di dalam Lemari

Langkah preventif terakhir supaya lemari tidak keropos dan kolaps adalah penggunaan kapur barus atau kamper. Aroma khas kapur barus ampuh untuk mencegah masuknya hewan-hewan parasit atau hama yang biasanya ada di rumah, seperti kecoa atau tikus. Kamper juga bisa mencegah pakaian yang ada di dalam lemari punya wangi yang terjaga dan tidak apek.

Demikian langkah-langkah mudah yang bisa dilakukan untuk memastikan lemari berada dalam kondisi prima. Beberapa trik di atas juga bisa diaplikasikan bukan hanya untuk lemari pakaian, tapi juga untuk lemari lainnya.

Satu hal yang perlu kamu ketahui adalah tidak semua trik bisa digunakan. Misalnya, jangan memasukkan kapur barus ke dalam lemari dapur yang isinya peralatan masak dan makan karena sifatnya beracun. Tidak perlu juga menggunakan cairan polishing supaya peralatan makan tidak terkontaminasi.

Most Popular








To Top