99 Group Laporkan Harga Rumah Bekas Naik 3,7% pada 2021

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
25 Januari 2022
marketeers article
Contract sales presentation Real estate Sales of houses Calculation of house sales rates.
Perusahaan properti 99 Group melaporkan sepanjang tahun 2021 harga rumah bekas naik sebesar 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy). Sedangkan dari sisi suplai, rumah bekas pasokan rumah bekas naik sebanyak 6%.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan 99 Group, Kota Makassar menjadi daerah dengan kenaikan harga rumah bekas tertinggi, yakni sebesar 11,9%. Adapun indeks flash report Desember 2021 juga memperlihatkan enam dari 13 kota mencatatkan kenaikan secara month-on-month. Lalu, Kota Semarang mengalami kenaikan harga bulanan tercepat sebesar 2,2%.
“Harapannya para pebisnis properti maupun konsumen dapat mengetahui informasi relevan untuk membantu pembuatan keputusan dalam saat akan membeli dan memasarkan hunian. Sebagai edisi terakhir pada tahun 2021, flash report kali ini ditutup dengan rapor positif yang dilihat dari pergerakan harga rumah seken yang mulai membaik,” tulis keterangan resmi 99 Group, dikutip Selasa (25/1/2022).
Dalam laporan tersebut menjelaskan, di area Jabodetabek secara bulanan harga rumah bekas terus bergerak flukuatif. Contohnya di Depok mengalami kenaikan sebesar 1,6%. Sedangkan di Tangerang dan Bogor masing-masing justru mengalami penurunan 0,2% dan 0,6%.
Di sisi lain, lain Bekasi mengalami harga yang tetap dibandingkan tahun 2020. Sementara itu, secara yoy dari Desember 2020 hingga Desember 2021 harga rumah bekas di di Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi naik sebesar 2,1%, 5,6%, 8,2%, 4,5%, dan 3,6%.
Untuk jumlah suplai meningkat 2,8% pada Desember 2021 dari November 2021. Berdasarkan data indeks suplai rumah bekas di 99.co dan Rumah123.com. Kemudian, dari sisi permintaan rumah, lokasi paling populer adalah Tangerang, dengan persentase 13,5% dari total listing enquiries rumah di Indonesia pada bulan tersebut.
Lokasi terpopuler kedua adalah Jakarta Barat dengan pangsa pasar 11,4%, diikuti oleh Jakarta Selatan sebesar 10,0%. Secara month-on-month, kota dengan peningkatan proporsi permintaan terbesar pada Desember 2021 adalah Bandung sebesar 1,5%, diikuti oleh Surabaya dan Semarang dengan kenaikan masing-masing 1,1%.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related