AdaKami Targetkan Pertumbuhan Empat Juta Pelaku Ekonomi Riil Pada 2021

profile photo reporter Ellyta Rahma
EllytaRahma
01 Maret 2021
marketeers article
Tantangan berat masih harus dihadapi oleh indutri perbankan di Indonesia. Terutama untuk meningkatkan penetrasi bank terhadap masyarakat.
Laporan yang diluncurkan Google, Temasek, dan Bain & Company mengungkapkan ada 92 juta masyarakat Indonesia di kategori umur dewasa masih berstatus underbanked. Pada bulan November 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah peminjam naik 136% lebih banyak dibanding tahun 2019. Semenatara itu, pinjaman yang disalurkan secara nasional mencapai lebih dari Rp 124,4 triliun, meningkat 96% dibandingkan tahun 2019.
Menaggapi kondisi ini, aplikasi daring penyelenggara peer-to-peer lending (P2P) berupaya memanfaatkan peluang untuk meningkatkan akses keuangan pada masyarakat. Tahun ini, AdaKami menargetkan penyaluran dana hingga Rp 12 triliun kepada 10 juta peminjam terdaftar. Empat juta di antaranya merupakan pelaku ekonomi riil.
“Tahun lalu merupakan tahun penuh perjuangan yang membuat kami menyadari bahwa penyaluran dana yang lebih luas pada pelaku usaha memiliki kekuatan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Target ini ditujukan untuk meminimalisir credit gap, terutama pada masyarakat unbankable sehingga mereka bisa membangun portofolio yang cukup menjadi masyarakat bankable,” kata Bernadino M. Vega, Jr. Direktur Utama AdaKami.
Diungkapkan oleh Munawar, Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan, peran P2P lending sngat besar untuk mendorong akses keuangan masyarakat. Kontribusi P2P lending pada tahun 2020 dalam program PEN mencapai Rp 262,16 miliat year-on-year kepada sekitar 48.629 peminjam.
Kebutuhan pinjaman untuk pelaku usaha di anggap menjadi fokus utama. Selama pandemi, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), terutama yang bergerak di sektor riil mengalami kesulitan pendanaan untuk mempertahankan usahanya. Hal ini diakibatkan dengan besarnya ketergantungan masyarakat, namun daya beli yang sangat rendah. “Untuk itu, kami berupaya mendorong daya beli masyarakat lewat akses pinjaman modal usaha,” jelas Bernardino.
Melakukan Rebranding
Memasuki tahun ketiga beroperasi di Indonesia, AdaKami mengupayakan rebranding sebagai fintech yang menyediakan solusi bagi kebutuhan hidup penggunanya. “Kami berupaya membaca kondisi dinamika industri yang terus bergerak. Sebagaia penyelenggara P2P lending, AdaKami membaca perlu ada kepekaan terhadap kebutuhan nasabah untuk memaksimalkan layanan. Dalam hal ini, mayoritas pengguna AdaKami adalah milenial dan Gen Z dan kami berusaha menjawab kehidupan gaya hidup merea,” jelas Bernardino.
Salah satu langkah awal yang dilakukan AdaKami adalah penggunaan kanal digital untuk menghadirkan konten edukasi perencanaan keuangan. Tahun ini, AdaKami merencanakan kerja sama dengan berbagai pihak untuk melancarkan positioning barunya ini. Targetnya, P2P lending ini menargetkan untuk mencapai 100 juta orang Indonesia yang masih berstatus unbanked.
Editor: Eko Adiwaluyo

Related