Lifestyle & Entertainment

Akselerasi Transformasi Digital Klinik ERHA

Photo Credits: ERHA.DNA

Upaya klinik ERHA membangun ekosistem digital terakselerasi akibat pandemi COVID-19. Situasi pembatasan sosial yang membawa disrupsi besar bagi bisnis klinik ERHA memacu mereka untuk mewujudkan transformasi digital dua tahun lebih cepat dibandingkan target awal.

Banyak perubahan terjadi pada model bisnis klinik ERHA. Jika semula model bisnis ERHA hanya berpusat pada layanan klinik kecantikan, kini ERHA menjangkau lebih dari pada itu.

Head of Digital Connectivity Arya Noble Dermatology Dokter Devina Nova Estikaratri menjelaskan, ERHA yang semula fokus pada pelayanan konsultasi dan pembelian produk dengan resep dokter, kini menyediakan produk Over the Counter (OTC).

“Kami juga meluncurkan e-Commerce sendiri (erhastore.co.id) untuk menjual produk-produk ERHA tanpa resep dokter. Upaya kami membangun ekosistem digital yang semula ditargetkan terwujud pada 2022 harus dipercepat. Clinic Managament System ERHA mau tidak mau harus terkoneksi sehingga telemedicine dapat terlaksana,” ujar Dokter Devina dalam gelaran virtual Industry RoundTable: Actualizing the Post Normal: Year 2021 & Beyond from Healthcare Services Industry Perspective di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

ERHA juga memanfaatkan platform lain, seperti WhatsApp dan ZOOM untuk melayani telemedicine. Objektif dari langkah ini adalah menghubungkan dokter dengan pasien agar dapat melihat kondisi kulit pasien secara detail.

Tak Pernah Ambisius

“Semula, kami tidak terlalu ambisius melakukan transformasi digital. Kami sadar jika industri kesehatan dilakukan secara disruptif dan terlalu cepat, maka ada dua pelaku yang harus diedukasi (dokter dan pasien). Hal ini membutuhkan waktu yang panjang. Apalagi, bisnis klinik kecantikan memerlukan temu muka antara pasien dengan dokter secara intens,” papar Dokter Devina.

Namun siapa sangka, kondisi pandemi mengharuskan pasien, dokter, dan pelaku bisnis beradaptasi dengan kondisi normal baru.

ERHA melakukan sejumlah penyesuaian lain, seperti menyediakan home device yang terkoneksi dengan aplikasi ERHA.DNA.

Photo Credits: ERHA.DNA

Home device ini terdiri dari dua alat yang berfungsi untuk mengetahui kondisi kelembaban kulit dan dapat mengambil foto kulit pasien dengan kemampuan zoom hingga 20 kali. Kedua alat ini dapat digunakan pasien untuk berkonsultasi dari rumah dengan dokter melalui aplikasi ERHA.DNA.

Lantaran mematok harga yang tidak murah, Devina menjelaskan, ERHA memberikan opsi bagi pasien untuk membeli atau sekadar menyewa home device ini.

Selain itu, ERHA juga memiliki inovasi skinproof berupa layanan pemeriksaan DNA yang memungkinkan pasien mengetahui kondisi kulit mereka, dan potensi masalah kulit yang mungkin muncul di masa mendatang. Para pelanggan dapat menikmati layanan ini tanpa perlu membeli produk skincare ERHA.DNA.

“Ke depan, ERHA akan menangkap berbagai peluang lain sehingga hubungan antara dokter dengan pasien tidak hanya bergantung pada pertemuan tatap muka, melainkan dapat berjalan efektif melalui integrasi inovasi device dan transformasi digital yang kami lakukan,” terang dokter Devina.

MARKETEERS X








To Top