Digital

Alta School Gandeng Ruangguru Didik Siswa Secara Online

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap kegiatan pembelajaran di Indonesia. Hampir seluruh sekolah di Indonesia akhirnya melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah, dengan metode daring. Hal tersebut dilakukan demi mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

Setelah hampir 2 tahun melakukan pembelajaran dari rumah, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim akhirnya memberlakukan pembelajaran tatap muka kembali, walaupun secara terbatas. Ini merupakan cara terbaik agar para siswa bisa belajar dengan kualitas pendidikan yang lebih baik. Namun demikian, para orang tua banyak yang merasa khawatir terhadap kesehatan anaknya. Mereka khawatir apakah anak-anaknya bisa menjaga diri selama proses pembelajaran.

Sejalan dengan tantangan tersebut, para orang tua juga tetap ingin anak mereka mendapatkan kualitas pendidikan yang baik dan bisa memenuhi kebutuhan mereka. Hal tersebut karena seiring dengan perubahan dunia yang begitu cepat, dan anak pasti terus tumbuh seiring dengan perubahan tersebut.

Menjawab tantangan tersebut, Alta School (AltaSchool.id) hadir sebagai sekolah blended learning dengan konsep live teaching interaktif, serta aktivitas mandiri yang setara dengan sekolah konvensional. Alta mempunyai visi untuk membangun dan mempersiapkan para siswanya untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki wawasan global dan berkarakter Indonesia, serta sesuai dengan kebutuhan abad ke-21.

Devi Silviaty Gunawan, Kepala Sekolah Alta School mengatakan bahwa para siswa Alta akan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin mandiri yang tahu akan keinginan mereka. Dengan perubahan dunia yang begitu cepat, para siswa perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan abad ke-21, yaitu berani, dan bisa berkomunikasi dengan baik.

“Visi dan misi kami adalah mempersiapkan para siswa agar mereka menjadi pintar, berwawasan global, namun tetap memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai budaya Indonesia. Nantinya, kami akan menggali para siswa untuk terus bertanya, agar mereka bisa memiliki pemikiran yang kritis, sehingga apa pun permasalahan yang ada dalam materi pembelajaran bisa di olah berdasarkan pemahaman mereka sendiri,” jelas Devi.

Devi menjelaskan bahwa Alta School menggabungkan pembelajaran daring dan memberikan aktivitas mandiri yang bisa dikerjakan para siswa dari rumah masing-masing dengan pendampingan guru. Setelah aktivitas mandiri, guru akan memberikan link penilaian yang mana para siswa bisa mengetahui kemampuan mereka, mampu memahami materi, dan memberikan contoh-contoh materi yang sudah dipaparkan sebelumnya.

“Kami mendesain semua program pembelajaran kami sedemikian rupa konsepnya. Hal tersebut agar para siswa tetap bisa merasakan bahwa kami selalu memerikan pendampingan pembelajaran yang terstruktur. Jadi mereka tidak berfikir bahwa mereka hanya sekadar belajar online saja,” kata Devi.

Selain itu, menurut Devi, pembelajaran kognitif dan afektif perlu dilakukan secara bersamaan. Alta School juga memiliki pelajaran pengembangan karakter untuk menggali para siswa agar bisa menjawab kebutuhan siswa abad 21, yaitu yang bisa berkolaboradi dan bekerja sama dengan tim, serta saling menerima perbedaan satu sama lain.

“Kami memiliki pelajaran pengembangan diri. Sebagai contoh ada sesi student meet yang mana para siswa saling bertemu dan menceritakan tentang daerah masing-masing, karena para siswa kami berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan ada yang dari luar negeri juga. Hal tersebut kami lakuka sehingga para siswa bisa mengetahui bahwa Indonesia beragam, dan menjadi karakter yang luhur hati, luhur pikir, dan luhur karya,” papar Devi.

Dalam proses pembelajarannya, Alta School berkolaborasi dengan platform Ruang Guru. Alta School menggunakan fitur ruang kelas, yaitu learning management system yang ada dalam platform Ruang Guru.

Anggini Setiawan, Head of Corporate Communication Ruangguru mengatakan bahwa platform Ruang Kelas sangat cocok dengan Alta School. Menurut Anggi, konsep Alta School sangat menarik, yaitu blended learning, sehingga cocok dengan platform Ruang Kelas.

“Konsep Alta School menarik. Mereka memastikan adanya interaktifitas terlepas dari bentuk platformnya, yaitu online. Dengan begitu, mereka snagat cocok sekali memakai platform ruang kelas. Platform ini dapat mempermudah guru dalam mengatur kegiatan beajar sendiri. Para siswa juga bisa mengikuti pembelajaran dengan baik dan efektif. Semua fitur kami sudah dirancang sesuai kebutuhan guru dan murid,” tutup Anggi.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top