Amartha Bangun Tren Impact Investing di Kalangan Milenial Tanah Air

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
22 Juni 2022
marketeers article
Amartha mulai bangun tren impact investing di kalangan milenial. (FOTO: Marketeers/Medikantyo Adhikresna)
PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha mendorong kaum milenial untuk menanamkan modal secara berkelanjutan dengan prinsip impact investing. Fokus dari strategi investasi tersebut adalah keputusan memberi pendanaan untuk peminjam dengan dampak positif. Hal itu baik pengaruh langsung kepada lingkaran sosial si peminjam maupun lingkungan dalam jangka panjang.
Tren impact investing dilihat oleh Amartha dapat berkembang lebih baik dengan ketertarikan kaum milenial sebagai pendana utamanya. Faktor pendorong perkembangan tren tersebut adalah kemampuan literasi keuangan kaum milenial yang cukup mumpuni. Begitu juga potensi jumlah pendana dari golongan usia tersebut, yang masih akan bertumbuh di masa mendatang.
“Amartha melihat kontribusi generasi milenial dalam menanamkan modal seperti lewat impact investing dapat kita dukung lebih jauh dari segi teknologi. Saat ini, aplikasi Amartha sudah dilengkapi fitur impact investing di mana pendana dapat mengetahui dampak apa saja yang sudah mereka ciptakan. Sehingga mereka dapat memilih untuk melakukan pendanaan menurut kategori impact-nya,” kata Rezki Warni, AVP of Marketing and PR Amartha, kepada awak media pada Rabu (22/6/2022).
Rezki mengungkap salah satu faktor untuk ditawarkan kepada kalangan milenial terkait impact investing ini, adalah aspek sustainable yang dimilikinya. Umumnya, para investor melihat pendanaan berdampak memiliki potensi yang lebih besar dan tahan lama. Hal itu berdampak pada hasil return yang tidak kalah baik dengan investasi tradisional.
Kalangan milenial dapat menjadikan penanaman modal degan prinsip impact investing sebagai pilihan mendiversifikasi portofolionya. Namun, sebelum menjatuhkan pilihan mereka wajib memperhatikan beberapa hal terkait usaha yang akan mereka danai. Hal itu termasuk melihat potensi usaha tersebut memberikan dampak kepada lingkungan sekitarnya.
“Sektor seperti UKM perempuan, usaha rumah tangga, pertanian, serta perkebunan ramah lingkungan bisa menjadi pilihan untuk menanamkan modal dengan prinsip impact investing. Dari sana akan didapat imbal hasil dari sektor tersebut, sekaligus menciptakan dampak ke sekitarnya,” kata Anisa Aprilia, Certified Financial Planner, dalam sesi diskusi bersama awak media.
Berdasarkan laporan Social Accountability Report dari Amartha pada tahun 2019, jumlah pendana Amartha didominasi dari generasi milenial yang jumlahnya menyentuh 68 persen. Sementara itu, dilanjutkan oleh kalangan generasi X dengan kontribusi 19 persen serta generasi Z (Gen Z) yang tercatat mencapai 10 persen.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related