Finance

Amartha dan BPR Nusumma Salurkan Modal Usaha Untuk Pengusaha Perempuan Hingga Rp 12 Miliar

Ilustrasi: 123RF

Adanya pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif bagi banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Sejumlah program bantuan dan penyelamatan usaha pun dilakukan untuk membantu UKM bertahan di kondisi ini. Tetapi, banyak yang dinilai tidak tepat sasaran. Untuk mengurangi hal serupa, perusahaan fintech pendanaan pemberdayaan perempuan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) mengumumkan kerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusumma Jawa Timur.

Kolaborasi ini dilakukan guna mengakomodasi permodalan perempuan pelaku UKM di wilayah pedesaan Jawa Timur hingga sebesar Rp 12 miliar. Kolaborasi ini, ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Amartha dan BPR Nusumma Jawa Timur oleh Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha dan Giri Batjo selaku Direktur Utama BPR Nusumma secara virtual.

“Melalui kerja sama ini, Amartha menunjukkan bahwa kehadiran fintech dan bank konvensional khususnya BPR dapat berkolaborasi memperluas layanan. BPR Nusumma adalah BPR kedua yang berkolaborasi dengan Amartha tahun ini,” ungkap Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha.

Pada April lalu, Amartha telah bekerja sama dengan BPR Pujon Jaya Makmur (Malang) dengan total penyaluran dana senilai Rp 3,2 miliar sejak tahun 2018. Kerja sama dengan kedua BPR ini ditujukan untuk perempuan pelaku UKM yang berada di area Jawa Timur. Diharapkan, permodalan ini dapat memperluas jangkauan dan pelayanan kepada perempuan-perempuan di pedesaan.

Giri Batjo, Direktur Utama BPR Nusumma mengatakan, BPR harus tetap dekat dengan masyarakat dengan memberikan layanan melalui inovasi. Setelah kerja sama yang pertama, terbukti bahwa fintech dapat memberikan penyaluran pendanaan yang baik dan sehat.

“Ini sejalan dengan misi kami, yakni memberikan kredit sehat dan tumbuh bersama masyarakat. Kami harap kerja sama dengan BPR Jawa Timur ini dapat menjadi langkah awal kerja sama Amartha dengan BPR lain yang ada di seluruh Indonesia,” papar Giri.

Kehadiran fintech di daerah dinilai dapat membantu BPR maupun BPD untuk langsung memberikan layanan keuangan bagi pelaku usaha mikro. Upaya ini diharapkan dapat mengakselerasi laju pertumbuhan sektor produktif di wilayah tersebut. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi usaha mikro, tetapi juga kesejahteraan bagi daerah.

Hingga Juni lalu, Amartha telah hadir di 18,600 desa di Indonesia dan telah menyalurkan Rp 3,75 triliun kepada lebih dari 690.000 perempuan pengusaha mikro di seluruh Indonesia. Sedangkan, tahun ini Amartha menargetkan untuk menjangkau 1 juta perempuan pelaku UKM yang terberdayakan melalui inovasi produk serta kerja sama dari institusi nasional maupun internasional.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

MARKETEERS X








To Top