Amati Konsumen, Pemain Industri Otomotif Dekatkan Diri dan Beri Solusi

profile photo reporter Clara Ermaningtiastuti
ClaraErmaningtiastuti
01 Agustus 2022
marketeers article
Konsumen mulai tertarik untuk melakukan pembelian kendaraan secara online. | Foto: Ilustrasi 123RF
Industri otomotif turut bertransformasi. Hal ini terlihat pada kebiasaan membeli kendaraan. Konsumen cenderung lebih menyukai untuk datang langsung dan melakukan test drive. Mereka yang demikian biasanya lebih yakin ketika bisa melihat produk secara langsung. Namun, dengan kehadiran pandemi COVID-19, ada sejumlah pergeseran yang mana membuat konsumen mencari cara yang lebih aman dan nyaman untuk melakukan pembelian kendaraan.
Pergeseran ini kemudian membuat membeli kendaraan secara online menjadi opsi menarik bagi konsumen. Mungkin Marketeers sempat mengingat ramainya pemberitaan mengenai pembelian mobil mewah lewat e-commerce. Itulah yang kemudian mendorong para pelaku di industri otomotif untuk bergerak dan mendekatkan diri pada konsumen sekaligus memberi solusi dari kebutuhan mereka tersebut.
Dalam acara Marketeers TV bertajuk TRENDING: Tren Jual Beli Mobil Secara Online, Yusuf Anshori, ATL & Digital Manager Wuling Motors menuturkan sebagai salah satu pemain di industri otomotif, perusahaan sudah mulai mencoba melayani transaksi online melalui e-commerce. Namun, ia menambahkan hal ini juga menimbulkan kebiasaan baru yaitu pembeli datang ke dealer atau pameran tapi melakukan transaksi secara online.
“Jadi, mereka tidak secara langsung bertransaksi secara penuh ke online. Tapi, mereka biasanya datang dulu, lalu ketika pulang mereka melakukan pre-book atau membayarkan uang mukanya secara online,” kata pria yang akrab disapa Ori itu, Kamis (28/07/2022) lalu.
Memahami kebiasaan konsumen yang mengalami perubahan ini, Wuling pun melakukan kerja sama dengan e-commerce. Mereka melihat peluang di industri otomotif untuk mempermudah konsumen melakukan transaksi membeli kendaraan.
“Misalnya, ada konsumen yang ingin melakukan pembelian secara mencicil. Itu juga bisa dilakukan lewat e-commerce. Banyak konsumen yang memanfaatkan platform marketplace tersebut. Hal itu juga yang menjadi alasan di balik kehadiran kami di e-commerce,” ujar Ori.
Lebih lanjut, ia menegaskan ini juga tidak hanya menjadi cara pemain di industri otomotif untuk mendekatkan diri ke konsumen tetapi juga upaya mereka untuk memberikan solusi bagi konsumen.
Kebiasaan konsumen seperti mencicil kendaraan dan juga berselancar di internet kemudian ditangkap oleh Mandiri Tunas Finance (MTF). Sebagai penyedia pembiayaan, mereka menyadari adanya perubahan konsumen ke arah digital. Sebab itu, perusahaan mulai menyusun strategi dengan pemanfaatan big data.
“Strategi yang kami lakukan dengan teknologi itu dapat memberikan kemudahan bagi konsumen. Sebab itu, kami hadir pula di banyak platform. Kami punya MTF Go, platform yang menarik bagi konsumen dan mempermudah mereka bertransaksi. Selain itu, kami juga hadir di Livin’ untuk mereka yang ingin kredit mobil,” tutur Andes Saputra, Marketing Division Head Mandiri Tunas Finance.
Andes juga mengungkapkan mereka bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan platform yang memungkinkan konsumen mendapatkan pengalaman langsung. Contohnya adalah MTF Fair. Melalui festival ini, MTF menawarkan pengalaman omni yaitu online dan offline.
“Kami menyediakan solusi. Konsumen kini berubah ke arah digital dan sebagai perusahaan pembiayaan kami akan terus berinovasi, menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Kami pun tak menutup peluang untuk berkolaborasi dengan pihak lain,” kata Andes.
Tren berbelanja online kini bukan hanya milik produk di kategori tertentu tapi sudah merambah ke industri otomotif. Hal ini tentunya karena konsumen sudah mulai teredukasi. Akan tetapi, para pemain juga diharapkan jangan melupakan bahwa mereka harus tetap menjaga customer experience secara online maupun offline.
 

Related