Amazon Prime Resmi Kenakan Biaya untuk Hilangkan Iklan

marketeers article
Amazon Prime Resmi Kenakan Biaya Untuk Hilangkan Iklan (FOTO: 123RF)

Amazon memasukkan iklan ke dalam film dan acara TV Prime Video. Perusahaan meminta pengguna membayar tambahan US$3 per bulan untuk menjaga Prime Video bebas iklan, ditambah dengan biaya tahunan US$139 yang sudah dibayarkan anggota untuk Amazon Prime.

“Mulai 29 Januari, film dan acara TV Prime Video akan mencakup iklan terbatas,” kata Amazon dikutip dari Gizmodo, Senin (29/1/2024).

Dengan demikian, itu berarti kelima layanan streaming terbesar di Amerika Serikat (AS) sekarang semuanya memiliki iklan. Amazon mengikuti jejak Netflix, Disney+, Max, dan Paramount+ yang semuanya memperkenalkan iklan dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA: Setelah Google, Amazon PHK Pekerja di Unit Bisnis Audible

Layanan streaming dahulu menawarkan alternatif kuat terhadap saluran tv kabel, tetapi karena persaingan makin ketat, semuanya akhirnya menggunakan iklan. Amazon kini akan menampilkan iklan di seluruh pilihan langganan yang dipilih oleh pengguna.

Sebagian besar pesaing tidak seberani itu, dan memperkenalkan iklan dengan lebih halus dengan menawarkan opsi lebih murah, seperti yang dilakukan Netflix dengan US$ 6,99. Apple TV+ adalah satu-satunya layanan streaming utama yang saat ini tidak memiliki iklan, tetapi juga salah satu yang terkecil dengan hanya 25 juta pelanggan dibandingkan dengan 200 juta Prime Video.

BACA JUGA: Twitch Amazon Awali Tahun 2024 dengan Rencana PHK 500 Pekerja

Alasan besar Apple TV+ dapat tetap bebas iklan adalah bahwa layanan streaming tersebut hanyalah bonus yang Anda dapatkan dengan Apple TV, sehingga tidak perlu menguntungkan. Hal yang sama dikatakan untuk Prime Video, namun mereka memutuskan demi memperkenalkan iklan.

Seiring dengan streaming yang makin mahal dan diselingi dengan iklan, studio juga membuat konten lebih sedikit. Menurut Bloomberg, Netflix membuat 130 acara lebih sedikit pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022, dan berharap terus membuat fokus lebih sedikit ke depannya. Layanan streaming secara umum melambat dalam investasi konten baru, menurut analis industri.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS