Digital

Amerika Serikat Punya 911, Mabes Polri Punya 110

Ilustrasi: 123RF

Amerika Serikat sukses dengan call center 911 sebagai nomor layanan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Hal ini disukseskan dengan partisipasi komunitas masyarakat yang menginginkan keberhasilan layanan ini. Mengikuti keberhasilan 911, Mabes Polri meluncurkan nomor pelayanan pengaduan dengan kode akses 110 yang juga akan melibatkan Komunitas Smart 110. Nomor layanan bantuan 110 dapat diakses melalui saluran telepon.

Ke depannya, nomor layanan 110 dapat diakses melalui aplikasi di ponsel. Hal ini ditujukan agar mendekatkan layanan 110 dengan generasi milenial yang aktivitasnya lekat dengan smartphone.

“Pengemasan ini penting agar 110 menjadi sahabat milenial. Tak hanya laporan, masyarakat yang ingin mengurus SKCK atau surat kehilangan, bisa membuat laporan dan mengunduh surat-surat tersebut. Di aplikasi ini juga ada fungsi video call untuk validasi laporan selain NIK pelapor. Hal ini dapat membantu layanan contactless,” kata Arief Wibowo, Ketua Umum Komunitas 110 dalam keterangannya kepada Marketeers.

Terkait nomor call center lain yang sudah lebih dahulu hadir, Arief mengatakan nomor nomor tersebut sebaiknya tidak dihilangkan, “Cukup diteruskan panggilannya ke 110. Kalau dihilangkan, nanti masyarakat akan kebingungan,” kata Arief.

Di sisi lain, layanan bantuan 110 juga sebaiknya dapat hadir di tempat-tempat transportasi publik seperti stasiun Transjakarta, MRT, Kereta Api, dan LRT dalam bentuk touch screen 110. Harapannya, cara ini bisa membantu masyarakat yang kecopetan dan kesulitan untuk mengakses 110 pada saat kejadian agar kepolisian bisa segera bertindak.

Komunitas Smart 110 yang beranggotakan masyarakat sipil dari berbagai latar belakang hadir sebagai mitra Polri. Komunitas pun optimistis layanan 110 dapat efektif menekan angka kejahatan dan diterima oleh masyarakat.

“Dari para akademisi dan Komunitas Smart 110 siap berkolaborasi dalam menganalisis big data dan data mining dari database call center 110 nasional. Dengan data ini, bisa didapatkan pola kejahatan, prediksi gangguan Kamtimbas, manajemen lalu lintas, hingga deteksi daerah rawan kriminal,” tutup Arief.

MARKETEERS X








To Top