Anak Usaha Pupuk Indonesia Tambah Produksi Pupuk Nasional

marketeers article
Anak Usaha Pupuk Indonesia Tambah Produksi Pupuk Nasional (FOTO:123RF)

PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) menambah kapasitas produksi pupuk nasional melalui pembangunan pabrik pupuk NPK baru berkapasitas 500.000 ton per tahun dan pengoperasian kembali Pabrik Urea PIM-1 berkapasitas 570.000 ton. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 500.000 ton per tahun, dengan nilai investasi sekitar Rp 1,7 triliun yang meliputi pembangunan pabrik dan fasilitas pendukungnya seperti dermaga, hingga gudang.

Bakir Pasaman, Direktur Utama Pupuk Indonesia mengatakan pabrik baru yang dimiliki PT PIM ini adalah karya anak bangsa, karena mengadopsi teknologi proses milik PT Petrokimia Gresik yang juga merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia. Kontraktor pabrik ini adalah perusahaan BUMN, yaitu PT PP (Persero) Tbk. Kandungan TKDN proyek ini juga mencapai 85%.

“Sebagai BUMN yang berperan dalam penyediaan pupuk untuk kebutuhan nasional, kehadiran pabrik NPK PIM menjadi wujud nyata dalam memenuhi kebutuhan petani,” kata Bakir dalam keterangannya, Senin (13/2/2023). 

Bakir mengungkapkan kehadiran pabrik NPK PIM menambah produksi NPK Pupuk Indonesia Grup menjadi sekitar 3,5 juta ton per tahun.

BACA JUGA: Pupuk Kaltim Manfaatkan Lahan Bekas Tambang untuk Masyarakat

“Produk pupuk dari pabrik NPK PIM ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pupuk di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Aceh, termasuk juga untuk kebutuhan pupuk non subsidi,” ujar Bakir.

Bakir menjelaskan PT PIM yang merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia juga memiliki pabrik pupuk urea, yaitu PIM 1 dan PIM 2 yang masing-masing berkapasitas 570.000 ton per tahun. Dengan demikian, total kapasitas produksi urea terpasang PT PIM sekitar 1,14 juta ton per tahun.

BACA JUGA: Sepanjang 2022, Pupuk Indonesia Catatkan Produksi 18,84 Juta Ton

Pabrik PIM 1 sendiri sempat tidak beroperasi sejak tahun 2012 karena tidak mendapat pasokan gas. Namun, sejak awal 2022 lalu, pabrik ini berhasil diaktifkan kembali setelah memperoleh pasokan gas, sehingga turut memperkuat kemampuan PT PIM dalam pemenuhan kebutuhan pupuk nasional sebesar 570.000 ton.

Sementara itu, Erick Thohir, Menteri BUMN mengatakan pembangunan pabrik NPK PIM ini merupakan salah satu upaya BUMN dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, terutama mengenai ketahanan pangan. 

“Proyek ini juga akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Aceh dan diproyeksikan menambah PDRB Aceh sebesar 4,13%,” ucap Erick.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS