Ancaman Resesi Mereda, Pasar Aset Kripto Mulai Pulih?

profile photo reporter Ranto Rajagukguk
RantoRajagukguk
20 Juli 2022
marketeers article
Ilustrasi aset kripto. (FOTO: 123rf)

Pasar aset kripto mulai pulih yang dibuktikan dengan kenaikan tajam cryptocurrency saat ini. Afid Sugiono, Trader Tokocrypto menuturkan secara umum reli kencang aset kripto tengah pekan ini disebabkan oleh beberapa faktor penting. 

Pertama, sepinya sentimen makroekonomi dan ketegangan geopolitik, membuat investor memanfaatkan untuk melakukan aksi beli. Investor merasa kinerja keuangan beberapa emiten keuangan di pasar saham Amerika Serikat (AS) yang di atas ekspektasi menjadi indikasi bahwa ekonomi AS sebenarnya terbilang solid. 

Terlebih nilai dolar AS juga melemah sehingga membangkitkan gairah market. Kedua, dari faktor ekosistem kripto. Investor menyambut positif pengumuman mengenai tanggal upgrade jaringan Ethereum (ETH), The Merge yang dijadwalkan selesai pada 19 September 2022. 

Alhasil market ETH dan Ethereum Classic (ETC) mengalami short squeeze selama beberapa hari belakangan. Selain itu, ada juga kabar baik mengenai jaringan Polygon, misalnya niatan Walt Disney yang mendukung pengembangan Web 3 Polygon dan rencana peluncuran pembaruan jaringan yang digadang bernama Hermez.

Ketiga, secara teknikal, harga Bitcoin (BTC) yang menembus di atas level psikologis US$ 22.000 membuat pelaku pasar tergerak melakukan aksi akumulasi. Alhasil, kini nilai kapitalisasi pasar kripto sukses kembali tembus di atas US$ 1 triliun.

Selain itu dari indikasi dari Fear and Greed Index, volume perdagangan Bitcoin tampaknya berjalan normal setelah lonjakan besar-besaran dicatat pada bulan Juni lalu. Saat ini, sentimen cukup membaik walaupun masih dalam status Extreme Fear di dalam pasar kripto.

BTC saat ini memiliki titik support terdekat di level US$ 22.000 dengan target kenaikan terdekat ke US$ 23.600 hingga US$ 24.500. Bitcoin berjuang untuk level US$ 24.000 karena penembusannya dapat menyebabkan kenaikan lebih lanjut. 

Namun, dalam kasus tekanan bearish dan pengembalian di bawah US$ 22.000 bisa menekan harga lebih dalam. Dia melihat investor kembali menyerbu market kripto lantaran kinerja dolar AS yang sedang melemah sehingga membangkitkan gairah aksi beli di instrumen aset berisiko, termasuk saham. Kinerja baik juga tercermin dari gerakan pasar saham AS.

“Investor tampaknya tengah mengabaikan potensi resesi ekonomi AS dengan indikator nilai dolar AS yang terus melemah. Kemudian, mereka tak ingin kelewat fase bullish terhadap BTC yang akhirnya melakukan rentetan aksi beli. Namun, di sisi lain ada investor yang akhirnya tergoda untuk segera merealisasikan profit taking, sehingga gerakan market saat ini agak datar,” kata Afid.

Related