Apa Saja yang Bisa Dilakukan oleh Brand di Metaverse?

profile photo reporter Muhammad Perkasa Al Hafiz
MuhammadPerkasa Al Hafiz
21 Juni 2022
marketeers article
Iwan Setiawan, CEO Marketeers pada gelaran Marketeers OMNI Brands of The Year 2022 yang berlangsung di Lucy in The Sky, Jakarta pada Selasa (21/6/2022) (Foto: Nugraha/Marketeers)
Dunia Metaverse tengah menjadi perbincangan hangat bagi para brand. Para pemasar pun terus mengulik untuk menemukan bentuk ideal memasuki dunia Metaverse yang sejatinya juga belum terbentuk secara utuh. Terlihat, banyak motif dari para brand di Metaverse untuk menjadi yang pertama di industrinya atau menjadi pionir di Metaverse.
Namun, apakah Anda sebagai marketeer atau pemilik brand mengetahui apa saja yang bisa dilakukan oleh brand di dunia Metaverse? Pertanyaan ini yang dijawab oleh Iwan Setiawan, CEO Marketeers dalam gelaran Marketeers OMNI Brands of The Year 2022 yang berlangsung di Lucy in The Sky, Jakarta pada Selasa (21/6/2022). 
Iwan mengatakan, langkah pertama yang harus yang dilakukan brand adalah mengetahui dulu apa motivasi konsumen memasuki dunia Metaverse. “Ada tiga motivasi konsumen dalam menggunakan Metaverse, mulai dari sekadar tempat pelarian atau escape, mencari keuntungan atau earn money, hingga mencari kenyamanan sebagai media alternatif,” ujar Iwan. 
Iwan pun menegaskan, para brand harus mampu menghadirkan konten serta layanan yang mumpuni ketika berinvestasi di Metaverse. Sangat disayangkan jika Metaverse hanya dijadikan platform bersenang-senang atau main-main. 
Lantas, apa saja yang bisa dilakukan oleh para brand di Metaverse?

Collectibles

“Salah satu elemen yang dimiliki oleh dunia Metaverse adalah Non-Fungible Token (NFT). Dengan memanfaatkan NFT, brand bisa menawarkan collectibles item kepada konsumen,” lanjut Iwan. 
Contoh menarik datang dari Coca-Cola yang menggenjot kehadirannya di dunia Metaverse dengan menghadirkan collectibles NFT.  Dikemas melalui program lelang, Coca-Cola meluncurkan empat NFT yang membawa values dari perusahaan. Keempat NFT tersebut adalah the friendship box berbentuk cooler Coca-Cola yang melegenda, Coca-Cola Bubble Jacket, Sound Visualizer, dan Friendship Card yang membawa kenangan perusahaan pada tahun 90an. 
brand di metaverse
Coca-cola NFT (Sumber: https://www.coca-colacompany.com/)

Gamifications

Pendekatan kedua yang dapat dilakukan oleh brand di Metaverse adalah gamification. Berbicara soal blockchain gamification, konsep the play-to-earn (P2E) menjadi yang paling familier untuk saat ini. 
Seperti yang dilakukan di game Move to Earn yang mengajak penggunanya berlari di dunia nyata. Semakin banyak Anda berlari, Anda akan mendapatkan crypto currency sebagai reward. Tentu, untuk mengikuti game ini Anda harus memiliki NFT sneaker lebih dulu. 
brand di metaverse
Stepn NFT Sneaker (Sumber: Hybrid.co.id)

Commerce

Aksi ketiga yang dapat dilakukan oleh brand di Metaverse adalah kegiatan jual-beli atau commerce. Salah satu contoh yang sangat menarik datang dari Walmart. Tujuh tahun lalu, Walmart menawarkan konsep virtual reality (VR) Shopping. 
brand di metaverse
Walmart VR Shopping (Sumber: YouTube channel Vishal Kalia)
“Kala itu, Walmart dipandang sebelah mata dan banyak ditertawai oleh orang karena konsepnya ini. Namun kini konsep tersebut sangat populer. Di sini, terdapat pula elemen kenyamanan yang ditawarkan kepada konsumen Walmart,” tutup Iwan.

Related