Technology

Bagaimana Pandemi Mengakselerasi Transformasi Digital

PHOTO CREDIT: 123RF

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak perubahan yang cukup drastis dan salah satu sentral perubahan tersebut ada di teknologi. Dengan adanya kebutuhan untuk bekerja maupun belajar secara remote, adaptasi teknologi menjadi sangat dibutuhkan.

“Survei yang dilakukan oleh Dell memperlihatkan adanya peningkatan permintaan terhadap komputasi saat pandemi. Teknologi kini dipercaya untuk mendukung transformasi digital di perusahaan,” kata Aji Jayaloka, Country Marketing Lead Dell Technologies Indonesia dalam acara Industry Roundtable yang diadakan oleh MarkPlus, Inc., Jumat (16/10/2020).

Bertajuk Dell Technologies Digital Transformation Index, riset menunjukkan, transformasi digital tahun 2020 mengalami percepatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2018.

Pada tahun 2018, pelaku bisnis masih berada pada tahap digital evaluators. Pada tahap tersebut, investasi dan perencanaan dan adaptasi teknologi masih berada di tahap evaluasi dan implementasi secara bertahap.

Namun, adanya pandemi menyebabkan akselerasi transformasi digital oleh para pelaku bisnis. Mereka pun sekarang pada tahap digital adopters, di mana perencanaan, investasi, dan juga inovasi menjadi lebih matang.

Kemudian, sebanyak 80% pelaku bisnis masuk ke masa fast-tracked untuk mempercepat proses transformasi digital tahun ini dan selama masa pandemi. Dan, sebanyak 89% responden sudah menyadari pentingnya infrastruktur teknologi yang lebih agile untuk mendukung transformasi digital.

“Di sisi lain, sebanyak 94% pelaku bisnis mengalami kendala dalam melakukan transformasi digital karena itu diperlukan peningkatan kompetensi dan pengetahuan,” jelas Aji.

Aji menuturkan, terdapat tiga aspek yang harus diperhatikan saat melakukan tranformasi digital. Pertama, people atau sumber daya manusia yang meliputi kompetensi pelaku atau pekerja harus ditingkatkan. Mulai dari kreativitas, kolaborasi, hingga competency logic.

“Kalau berbicara mengenai transformasi digital, biasanya orang IT yang memiliki peran lebih tinggi. Tetapi saat ini business user atau analyst juga memiliki kebutuhan untuk mengerti digitalisasi,” lanjutnya.

Kedua, adanya faktor kebutuhan. Jika dibandingkan dengan yang dulu, transformasi digital hanya bagian dari divisi IT. Tetapi sekarang setiap elemen dalam organisasi bisnis membutuhkan digitalisasi untuk dapat tetap bekerja secara remote.

Ketiga, keamanan juga menjadi bagian dari proses transformasi digital yang sangat diperhatikan oleh perusahaan. Sehingga, infrastruktur dapat berjalan dengan baik.

“Tetapi ada satu tantangan, dengan masifnya data di seluruh industri termasuk ritel menyebabkan banyaknya cyber attack. Jadi ada satu isu dari sisi keamanan yang perlu kita mitigasi dan perhatikan,” pungkas Aji.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

MARKETEERS X








To Top