Uncategorized

Bali Big Eco’s Forum Bahas Khusus Persoalan Sampah

Plastik merupakan salah satu bahan yang serba guna, dan mempunyai sifat yang ringan dan tahan lama. Dengan demikian, hampir semua bahan mempunyai unsur plastik dalam kandungannya. Material plastik kita temukan pada kebutuhan sehari-hari seperti pembungkus atau kemasan produk (makanan, minuman, sabun, shampoo, obat, dan lain-lain), tekstil, listrik, konstruksi, peralatan rumah tangga, kendaraan, dan lain-lain. Sifat plastik tersebut membuat plastik lebih hemat energi, rendah karbon emisi atau jejak karbonnya dibandingkan material lainnya.

Sayangnya, penggunaan material plastik ini tidak diimbangi dengan edukasi penanganan dan infrastruktur yang tepat, khususnya saat fungsi plastik telah usai dan menjadi benda buangan atau sampah, baik di darat maupun laut. Plastik memerlukan waktu yang lama untuk terurai, karena itu timbunan sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik tersebut menyebabkan pencemaran lingkungan. Hal inipun menjadi topik hangat pembahasan di dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari World Bank, sampah plastik yang dihasilkan per tahun kemungkinan bertambah dari 1,3 miliar ton menjadi 2,2 miliar ton pada tahun 2025 jika tidak dikelola dengan benar.

Di Indonesia, beberapa upaya terus dilakukan guna menciptakan proses pengolahan sampah yang efektif, salah satunya melalui Gerakan “Kemitraan Aksi Plastik Nasional” dan “Indonesia Bersih”. Sebagai wujud kepedulian dan dalam rangka mendukung upaya pemerintah tersebut, Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) menyelenggarakan Bali’s Big Eco Forum dengan tema “Sustainability for Wonderful Indonesia”.

Forum ini bertujuan untuk mengembangkan solusi pengolahan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan, dengan berkolaborasi bersama pemerintah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, komunitas dan industri.

“Selama lebih dari dua dekade, Coca-Cola Amatil Indonesia telah berkomitmen untuk beroperasi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kami berupaya untuk memberikan kontribusi yang positif di semua bidang di setiap wilayah operasional dan melakukan bisnis dengan cara yang benar, bukan dengan cara yang mudah,” ujar Ibu Lucia Karina, Director of Public Affairs, Communications & Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia.

Dalam rangka mencapai Amatil Sustainability Goals, Coca-Cola Amatil Indonesia terus melakukan berbagai inisiatif berkelanjutan. Salah satunya adalah berinvestasi dalam teknologi berkelanjutan yang mengurangi jumlah kandungan plastik dalam kemasan produk, efisiensi konsumsi air, mengubah jutaan bahan bakar diesel menjadi tenaga LNG dan LPG yang lebih bersih. “Saat ini, Amatil Indonesia sedang membangun salah satu atap panel surya terbesar di Asia Tenggara untuk mengurangi jejak karbon dari proses operasional manufaktur,” ujarnya.

Forum yang dijalankan pada 26-27 Juli 2019 ini merupakan bentuk perluasan dari gerakan Bali Beach Clean Up (BBCU) yang telah dijalankan oleh Amatil Indonesia selama lebih dari 12 tahun. Hingga Juli 2019, program bersih-bersih pantai BBCU, yang dilakukan setiap hari sepanjang tahun, telah menyingkirkan lebih dari 39 juta kg sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer, termasuk: Seminyak, Legian, Kuta, Kedonganan dan Jimbaran.

Program ini didukung dengan empat traktor pantai, dua barber surf rakes, tiga truk sampah, 75 kru dari komunitas lokal di sekitar pantai, serta 150 tempat sampah jenis tiga sistem baru tiap tahunnya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.

MARKETEERS X








To Top