Bangun Pabrik di Papua, Pupuk Kaltim Investasi Lebih dari US$ 1 Miliar

marketeers article
Ilustrasi pabrik pupuk. Sumber gambar: pers rilis.

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah resmi melakukan pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Provinsi Papua Barat. Perseroan menanamkan investasi lebih dari US$ 1 miliar atau setara Rp 15,4 triliun (kurs Rp 15.420 per US$).

Anggono Wijaya, VP Corporate Communication Pupuk Kaltim menuturkan,pembangunan pabrik merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang digagas Presiden Joko Widodo. Adapun tujuan pembangunan pabrik, yakni untuk memenuhi kebutuhan pupuk di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

BACA JUGA: Dampingi 17.682 Petani Jagung, Pupuk Kaltim Sukses Tingkatkan Produksi 35%

“Investasinya sekitar US$ 1 miliar hingga US$ 1,5 miliar. Ini baru peletakan batu pertama atau groundbreaking,” kata Anggono dalam Media Gathering HUT Pupuk Kaltim ke-46 di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Menurutnya, perseroan memberanikan diri untuk membangun pabrik di kawasan Indonesia Timur. Sebab, selama ini kawasan tersebut masih belum tersentuh pabrik pupuk baik dari pemerintah maupun swasta.

BACA JUGA: Ekspansi, Pupuk Kaltim Akan Membangun Pabrik Pupuk di Papua Barat

Selain membangun pabrik pupuk, nantinya dikembangkan lagi dengan memproduksi petrokimia. Dengan begitu, diharapkan mampu memberikan pemerataan ekonomi dan peningkatan pembangunan infrastruktur.

“Kami dari Bontang harus naik pesawat empat kali, sehingga dengan adanya kawasan industri ini akses transportasi dan ekosistem industri bisa semakin baik,” ujarnya.

Anggono menargetkan pabrik di Fakfak bisa memproduksi sebanyak 1,15 juta ton pupuk urea dan 825.000 ton amoniak per tahun. Dengan begitu, secara keseluruhan total produksi Pupuk Kaltim sebanyak 4,5 juta ton per tahun.

Pupuk Kaltim menargetkan pabrik mulai beroperasi pada tahun 2028, termasuk pula kesiapan dalam ekosistem industrinya. Adapun dari sisi tenaga kerjanya, pabrik ini akan mengoptimalkan pekerja lokal.

“Dalam mempersiapkan tenaga kerja, kami membuat program pendidikan vokasi. Calon pekerja lokal sudah mulai disekolahkan sejak tahun lalu dan sekarang masuk batch dua dengan durasi program selama satu tahun,” tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS