Bank DBS: Masih Banyak Nasabah Kurang Percaya Diri untuk Investasi

profile photo reporter Clara Ermaningtiastuti
ClaraErmaningtiastuti
22 Juni 2022
marketeers article
Nita Octaviani Aji, Head of Customer Experience PT Bank DBS Indonesia, saat memaparkan hasil riset di acara peluncuran kampanye Born Ready, Selasa (22/06/2022). | Foto: Clara Ermaningtiastuti (Marketeers)
Bank DBS Indonesia mengungkap masyarakat Indonesia terus menunjukkan peningkatan minat terhadap investasi. Namun, masih banyak dari mereka yang kurang percaya diri untuk mulai berinvestasi. Mengapa demikian?
Studi Bank DBS bertajuk Investment Literacy Survey, DBS Indonesia Customer Experience 2022 menemukan lebih dari 50% nasabah digibank tidak percaya diri berinvestasi karena kurangnya pengetahuan.
“Nasabah merasa pengetahuan mereka tentang investasi masih kurang dan berdasarkan riset kami bersama YouGov, responden sudah memiliki tujuan keuangan tetapi lebih banyak yang akhirnya menabung karena bingung memilih produk investasi,” ujar Nita Octaviani Aji, Head of Customer Experience PT Bank DBS Indonesia.
Kebingungan tersebut kemudian membawa nasabah memilih instrumen investasi yang sudah turun temurun mereka kenal lewat generasi sebelum mereka. Misalnya dari orang tua, seperti emas, deposito, dan properti.
Lewat beberapa riset yang dilakukannya, Bank DBS pun merangkum empat kebiasaan nasabah yang kurang percaya diri untuk mulai melakukan investasi atau yang mereka sebut dengan emerging affluent.
Pertama, nasabah memiliki kebiasaan menyimpan uang untuk kebutuhan masa depan. Kebutuhan tersebut bermacam-macam, ada yang menabung untuk dana pendidikan anak, hingga membeli rumah.
Kedua, dengan banyaknya dana yang masuk ke dalam tabungan, ini menunjukkan bahwa nasabah sebenarnya memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap bank.
Ketiga, nasabah di Indonesia sebenarnya merupakan risk taker yang berani melakukan pembelian produk keuangan dengan nilai tinggi. Namun, kembali lagi, ketidakpercayaan diri mereka hadir ketika tidak mengetahui betul mengenai instrumen investasi.
Keempat, mereka suka mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan keuangan. Karena itu, mereka rajin membaca berita mengenai keuangan, ekonomi, atau situasi pasar.
“Melihat minat mereka yang cukup tinggi namun hanya berakhir dengan dana yang tidak bergerak di tabungan, kami menemukan masih ada nasabah yang belum terjawab kebutuhannya. Karena itu, melalui riset yang dilakukan kami ingin mencari tahu apa yang bisa kami lakukan,” tutur Nita.
Hasil riset yang didapatkan dilakukan Bank DBS untuk memperkaya layanan dan menjawab kebutuhan nasabah terkait investasi.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related