Bank Mandiri Tuntaskan Transaksi ESG Repo Perdana di Indonesia

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
02 Maret 2022
marketeers article
Bank Mandiri menuntaskan transaksi pendanaan jangka panjang dalam kerangka Environment, Social, and Governance (ESG) berupa Repurchase Agreement (Repo) senilai US$ 500 juta. Bentuk transaksi tersebut menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu pelaku pertama di kawasan Asia Tenggara.
Bentuk transaksi Repo dalam kerangka ESG oleh Bank Mandiri tersebut melibatkan dua counterpary di antaranya Standard Chartered Bank Indonesia. Sebagai penjual Repo, Bank Mandiri mempunyai komitmen untuk menyalurkan dana yang diterima untuk membiayai  proyek-proyek berwawasan lingkungan dan sosial dengan kriteria sustainability bond yang dimilikinya.
“Sejalan dengan penerapan keuangan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, Bank Mandiri  berkomitmen menjalankan praktik keuangan berkelanjutan dengan menyusun RAKB yang diimplementasikan melalui tiga pilar strategis, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operations, dan Sustainable Corporate Social Responsibility (CSR) & Financial Inclusions,” kata Panji Irawan, Direktur Treausry & International Banking Bank Mandiri dalam keterangan resminya.
“Salah satu inisiatif dalam pilar Sustainable Banking adalah pengembangan sustainable product and services. Pada tahun ini, Bank Mandiri tekah berhasil melakukan transaksi ESG Repo,” ujar Panji menambahkan.
Panji menambahkan transaksi ESG Repo oleh Bank Mandiri tersebut sebagai inisiatif strategis, untuk memperkuat struktur pendanaan perseroan dalam mendukung rencana ekspansi bisnis. Sekaligus, mengimplementasikan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) pada pilar Sustainable Banking secara konsisten. Hal ini melanjutkan upaya Bank Mandiri setelah pada tahun 2021 menerbitkan sustainability bond perdana senilai US$ 300 juta.
Langkah eksekusi transaksi Repo pertama oleh Bank Mandiri juga didasarkan pada fakta bahwa pertumbuhan ESG Bonds berkembang pesat sejak tahun 2015. Kemudian terjadi kenaikan signifikan pada social bond sejak momentum pandemi COVID-19. Kenaikan tersebut terjadi atas kebutuhan terhadap issuers untuk menanggulangi persoalan kesehatan dan isu sosial lain selama masa pandemi.
Bank Mandiri memperkirakan permintaan terhadap ESG instruments berupa green bonds dengan tenor jangka panjang akan meningkat dalam beberapa waktu mendatang. Salah satu faktornya, jumlah perusahaan di Tanah Air yang terkait sektor ESG juga turut bertambah.
Transaksi berupa Repo dalam kerangka ESG oleh Bank Mandiri turut mempunyai arti sebagai landmark transaction, dalam mendukung momentum Presidensi G20 2022. Panji menambahkan pihaknya mempunyai komitmen mendukung program Pemerintah Indonesia dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan. Sekaligus, berpartisipasi aktif dalam implementasi roadmap keuangan berkelanjutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Editor: Sigit Kurniawan

Related