Technology

Begini Kondisi Keuangan Alibaba Pascapandemi

Photo Credits: 123rf

Alibaba Group Holding Limited mengumumkan laporan keuangan per kuartal yang berakhir pada September 2020. Laporan keuangan tersebut menunjukkan, pertumbuhan pendapatan mencapai 30% year-on-year (YoY), dan EBITDA yang disesuaikan tumbuh sebesar 28% YoY.

“Bisnis perdagangan inti domestik kami mengalami pertumbuhan kuat pada kondisi pascaCOVID-19 di Tiongkok berkat meningkatnya frekuensi belanja dan pengeluaran konsumen,” jelas Maggie Wu, Chief Financial Officer of Alibaba Group di Hangzhou, Kamis (05/11/2020).

Sementara, pendapatan komputasi awan tumbuh sebesar 60% YoY didorong oleh akselerasi digitalisasi di semua industri dan usaha dengan berbagai ukuran di Tiongkok.

“Kami merasa senang melihat investasi strategi kami mulai dapat meningkatkan efisiensi operasional dan dampaknya pada skala ini,” ujar Maggie Wu.

Jumlah konsumen aktif tahunan marketplace Alibaba di Tiongkok mencapai 757 juta, meningkat 15 juta dari periode 12 bulan yang berakhir pada 30 Juni 2020. Sementara, jumlah konsumen aktif di mobile (Mobile MAU) marketplace Alibaba di Tiongkok mencapai 881 juta pada September 2020, meningkat tujuh juta selama Juni 2020.

“Penghasilan dari operasional sebesar RMB 13,634 miliar (US$ 2,008 miliar), menurun sebesar 33% YoY akibat peningkatan sebesar RMB 15,753 miliar pada pengeluaran kompensasi berbasis saham terkait penghargaan berbasis saham Ant Group yang dianugerahkan kepada karyawan kami,” jelas Maggie Wu.

Menurut Maggie Wu, ketika mengesampingkan dampak ini, penghasilan dari operasional seharusnya meningkat sebesar 44% YoY, dari RMB 20,667 miliar pada kuartal yang berakhir 30 September 2019 menjadi RMB29,690 miliar (US$ 4,373 miliar) pada kuartal yang berakhir 30 September 2020.

EBITDA yang disesuaikan, pengukuran non-GAAP meningkat sebesar 28% YoY menjadi RMB 47,525 miliar (US$ 7,000 miliar).

“Penghasilan bersih dari kepemilikan pemegang saham biasa sebesar RMB 28,769 miliar (US$ 4,237 miliar), dan laba bersih sebesar RMB 26,524 miliar (US$ 63,907 miliar) yang menggambarkan penurunan 60% dan 63% masing-masing dari periode sama tahun sebelumnya saat kami mencatatkan keuntungan sesaat, setelah menerima 33% pemilikan ekuitas di Ant Group,” ujar Maggie Wu.

Selain itu, peningkatan pengeluaran kompensasi berbasis saham yang sudah dipaparkan pada “Penghasilan dari operasional” di atas juga memberikan dampak negatif pada perbandingan YoY. Ketika mengesampingkan keuntungan sesaat ini, pengeluaran kompensasi berbasis saham, dan beberapa hal lain, penghasilan bersih non-GAAP sebesar RMB 47,008 miliar (US$ 6,935 miliar), meningkat 44% YoY.

Laba terdilusi per ADS sebesar RMB 10,48 (US$ 1,54) dan laba non-GAAP yang dicairkan per ADS adalah RMB 17,97 (US$ 2,65), meningkat 37% YoY. Sementara, laba yang dicairkan per saham menyentuh RMB 1,31 (US$ 0,19 atau HKD 1,49) dan laba yang dicairkan per saham non-GAAP sebesar RMB 2,25 (US$ 0,33 atau HKD 2,56), meningkat 37% YoY.

Kas bersih dari kegiatan operasional mencapai RMB 54,269 miliar (US$ 7,997 miliar) dan non-GAAP free cash flow sebesar RMB 40,540 miliar (US$ 5,971 miliar).

Ke depan, Chairman and Executive Officer Alibaba Group Daniel Zhang mengatakan, Alibaba Group akan fokus pada tiga hal yang dapat mendorong kesuksesan bisnis jangka panjang. Tiga pendorong ini, meliputi konsumsi domestik, komputasi awan dan intelejensi data, serta globalisasi.

MARKETEERS X








To Top