Berhenti Merokok Bisa Sebabkan Depresi, Ini 5 Cara Mencegahnya

marketeers article
Ilustrasi berhenti merokok (Foto: 123rf)

Tanggal 31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang bahaya yang disebabkan oleh tembakau. 

Terlebih lagi, kini terindikasi adanya eksploitasi industri nikotin yang ditujukan untuk generasi muda. Salah satu cara untuk menghindari bahaya tersebut ialah dengan berhenti merokok. 

Sayangnya, hal ini bukanlah perkara yang mudah karena kandungan nikotin di dalam rokok umumnya sudah menyebabkan kecanduan. Centers for Disease Control & Prevention (CDC) menemukan sekitar 70% mantan perokok mengalami efek psikologis yang cukup dahsyat ketika memutuskan berhenti mengisap nikotin. Salah satunya, stres berkepanjangan atau depresi.

BACA JUGA: Belajar dari Remaja Viral yang Idap Bronkitis, Ini Cara Berhenti Merokok

Hal itu terjadi karena ketika seseorang berhenti merokok, tidak ada lagi dorongan dopamin yang terjadi di dalam otak. Alhasil, mereka menjadi lebih mudah stres, lebih agresif, bahkan mudah marah.

Karena itu, stres setelah berhenti merokok harus diatasi dengan cara yang tepat agar tidak menjadi depresi. Melansir Hello Sehat, berikut sejumlah tips untuk mengatasinya:

Minta Dukungan Orang Terdekat

Proses awal berhenti merokok memang sulit, tetapi jangan malu untuk minta dukungan orang terdekat seperti keluarga, pasangan, atau rekan sekantor. Bila perlu, Anda juga dapat menemui konselor berhenti merokok untuk membantu mengatasi stres yang dirasakan.

Jika stres tak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter agar nantinya diresepkan obat tertentu atau terapi pengganti nikotin (NRT). Terapi ini sangat bermanfaat untuk membantu mengendalikan kecemasan dan dorongan untuk kembali merokok.

Alihkan Perhatian

Begitu stres datang dan muncul hasrat untuk kembali merokok, segera alihkan perhatian Anda dengan hal-hal yang Anda sukai. Bisa dengan pergi jalan-jalan ke luar rumah, mendengarkan musik, mandi air hangat, makan, atau bahkan tidur.

BACA JUGA: Merasa Stres saat Merawat Lansia? Ini 6 Cara Mengatasinya

Lakukan Latihan Pernapasan

Melakukan latihan pernapasan, seperti meditasi dan yoga dapat membantu Anda menghadapi masa-masa sulit setelah stop merokok. Sebab, setiap oksigen yang masuk ke dalam tubuh akan membantu menormalkan detak jantung dan tekanan darah yang melonjak selama stres. 

Atur Pola Makan

Tubuh membutuhkan asupan makanan bernutrisi untuk mengeluarkan nikotin dan racun-racun lainnya. Untuk itu, santaplah makanan sehat dan bergizi, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 

Selain itu, hindari makanan atau minuman yang mengandung kafein dan alkohol. Pasalnya, dua bahan tersebut dapat menimbulkan hasrat kembali merokok sehingga berisiko menggagalkan usaha Anda.

Rutin Olahraga

Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan produksi endorfin, yang merupakan hormon pereda stres alami. Hormon inilah yang bisa membantu meningkatkan suasana hati, sehingga Anda akan merasa lebih rileks.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi stres saat berhenti merokok. Semoga bermanfaat!

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS