Bersama Mitra, Bukalapak Klaim Layani 33 Juta Konsumen

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
09 Februari 2022
marketeers article
Bukalapak mengklaim telah melayani sebanyak 33 juta konsumen sepanjang tahun 2021.
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengklaim telah melayani sebanyak 33 juta konsumen sepanjang tahun 2021. Sebagian besar transaksi terjadi di warung kelontong serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) yang merupakan bagian dari mitra.
Komisaris Independen Bukalapak Yenny Wahid mengungkapkan, perusahaannya mampu menekan angka kemiskinan masyarakat Indonesia melalui pemberdayaan UKM. Dengan bergabung sebagai mitra, pelaku usaha kerakyatan diklaim mampu meraih peningkatan pendapatan, memperluas akses pasar, dan mengurangi ketidaksetaraan.
“Hal ini sekaligus meningkatkan akses ke teknologi, pendidikan, dan layanan finansial ke seluruh negeri. Pada tahun 2021, Mitra Bukalapak telah melayani 33 juta konsumen dan melayani Rp 1,5 triliun pengiriman uang per bulan,” ujar Yenny melalui keterangannya, Rabu (9/2/2022).
Menurut dia, Bukalapak telah merangkul lebih dari 10 juta UKM di seluruh Indonesia untuk mentransformasi bisnis dan menempatkan para UKM tersebut sejajar dengan bisnis-bisnis modern. Para mitra tercatat berhasil meningkatkan pendapatan mereka hingga tiga kali lipat dan mendapatkan transaksi enam kali lebih banyak secara rata-rata sejak bergabung dengan Bukalapak.
Bahkan, Yenny menyebut riset yang dilakukan oleh Nielsen pada tahun 2021, Mitra Bukalapak juga memimpin digitalisasi UKM melalui platform online to offline (O2O) dengan penetrasi sebesar 42%. Hal tersebut merupakan raihan yang sangat baik mengingat kontribusi UKM terhadap perekonomian nasional sangat tinggi.
“UKM Indonesia menyerap sebanyak 97% tenaga kerja dan menyumbang 56% terhadap GDP negara. Bukalapak berfokus untuk merealisasikan potensi ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga juga dapat berkontribusi memenuhi Sustainable Development Goals (SDG) milik Perserikatan Bangsa-Bnagsa (PBB),” ujarnya.
Tak hanya itu, Yenny membeberkan, data lain terkait dengan capaian kinerja Bukalapak pada tahun 2021 yakni mendorong adanya pemerataan ekonomi di Tanah Air. Tercatat, di tahun lalu sebanyak 75% volume dan kenaikan transaksi berasal dari kota-kota tier satu. Dengan kata lain, UKM di wilayah-wilayah pinggiran mendapatkan perluasan akses pasar dan peningkatan transaksi.
Kemudian, perseroan juga mendorong kesetaraan gender dengan memberdayakan UKM yang digawangi oleh perempuan. Saat ini, hanya 54% perempuan di Indonesia yang berpartisipasi dalam ketenagakerjaan, dibanding laki-laki yang berjumlah 82%. Mitra Bukalapak mengambil bagian untuk menjembatani kesenjangan ini dengan memfasilitasi lebih dari 2 juta pelaku UMKM perempuan dalam menjalankan bisnisnya sendiri, termasuk memberikan fasilitas keuangan dan pelatihan-pelatihan manajemen bisnis.
Sepanjang tahun 2021, Bukalapak telah memberikan sesi pelatihan, workshop, dan seminar kepada 15.000 perempuan di berbagai daerah di Indonesia, di mana 83% berasal dari luar pulau Jawa. “Sementara itu, di lingkungan kerja, Bukalapak berkomitmen untuk mendukung representasi gender. Saat ini, 38% karyawan level tinggi di Bukalapak adalah perempuan. Di tahun 2020, Bukalapak juga meraih UN Women Asia Award karena menjadi gender-responsive marketplace,” pungkasnya.
Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related