Technology

Bidik Segmen Korporasi, Reeracoen Unggulkan Inovasi Gaji Prabayar

Kenichi Fujiki, Direktur Operasional PT Reeracoen Indonesia

PT Reeracoen Indonesia yang bergerak di bidang telekomunikasi memiliki layanan pembayaran bertajuk Ultra tech. Membidik segmen korporasi, layanan ini memberikan kompensasi dan benefit yang memungkinkan karyawan dari sebuah perusahaa untuk mengambil gajinya lebih awal. Namun, Reeracoen memosisikan layanan ini bukan sebagai pinjaman online.

Ultra tech adalah produk yang memungkinkan pembayaran gaji di awal kepada karyawan berdasarkan hari kerja yang dilaluinya dan skala gaji mereka yang sudah diatur terlebih dahulu oleh perusahaan. Jika karyawan mengajukan pada hari ini, mereka akan menerima gaji prabayar pada satu hari kerja berikutnya.

Untuk menikmati fasilitas tersebut, karyawan cukup mengakses aplikasi Ultra tech dan mengisi. permohonannya Dalam aplikasi tersebut, karyawan juga dapat melihat riwayat pengajuan dan
membatal pengajuan yang terlanjur sudah diajukan.

Untuk perusahaan, mereka dapat memantau secara real time keadaan penggunaan layanan ini melalui dashboard yang disediakan. Dengan menerapkan layanan ini maka perusahaan akan mendapatkan manfaat yaitu peningkatan engagement di dalam perusahaan. Jika melihat tren dunia beberapa tahun terakhir, peningkatan engagement karyawan telah menjadi hal umum di perusahaan Eropa dan Amerika.

Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 5000 orang kandidat headhunter Reeracoen terkait alasan ingin pindah tempat bekerja, hasilnya adalah kompensasi dan benefit, serta layanan terkait yang disediakan perusahaan menjadi alasan terbesar kedua sebagai faktor pindah tempat bekerja. Di samping itu, alasan terbesar pertama adalah tunjangan kesehatan.

PT Reeracoen Indonesia sendiri
berdiri sejak tahun 2013 dengan bisnis utamanya yaitu recruitment agency. Saat ini jumlah karyawan sudah mencapai lebih dari 100 orang dan memiliki kantor di Jakarta, Cikarang, dan Karawang. Layanan Ultra Tech diluncurkan sejak Januari 2018, dan yang pertama di Indonesia.

“Indonesia menjadi negara pertama di luar Jepang yang menjajal produk Ultra tech ini. Ultra tech telah dimanfaatkan oleh lebih dari 150 perusahaan dengan total lebih dari 50 ribu pengguna per Agustus 2019,” ujar Kenichi Fujiki, Direktur Operasional PT Reeracoen Indonesia dalam siaran resminya.

Kenichi melanjutkan, sebanyak 60% di antaranya adalah perusahaan Jepang dan sisanya 40% adalah perusahaan lokal. Mereka bergerak di industri F&B, farmasi, manufaktur, outsourcing, jasa, dan pendidikan.

Di Jepang sendiri, layanan ini sudah beroperasi sejak 4 tahun lalu. Untuk monetisasinya, Ultra tech mengenakan biaya sistem dari tiap pengajuan gaji prabayar yang dilakukan karyawan, dan tidak mengenakan biaya apapun ke perusahaan.

“Ultra tech menargetkan setidaknya pada tahun 2019 dapat memiliki hingga 80 ribu pengguna dari 250 perusahaan,” tutup Kenichi.

MARKETEERS X








To Top