Bidik Segmen UKM, Penyaluran Kredit Akseleran Tumbuh 79% dalam Lima Bulan

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
30 November 2021
marketeers article
Fintech Investment Financial Internet Technology Concept
Fintech peer to peer (P2P) lending, Akseleran mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 79% sejak periode Juli hingga November 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Adapun nilai yang telah tersalurkan pada periode tersebut lebuh dari Rp 853 miliar. Secara kumulatif, perseroan sudah mengimplementasikan proteksi asuransi kredit 99% dari pokok pinjaman tertunggak tersebut. Tercatat sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar lebih dari Rp 3,4 triliun.
Chief Executive Officer (CEO) & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan mengatakan, pihaknya sangat optimistis mampu menyalurkan total pinjaman usaha di tahun 2021 sebesar Rp 2 triliun. Pasalnya, secara rata-rata bulanan Akseleran sukses menyalurkan pinjaman usaha hingga Rp 170 miliar per bulan dan sejauh ini sudah disalurkan kepada lebih dari 2.600 peminjam yang didukung oleh 160.000 pemberi dana pinjaman perorangan (retail lender) dan lebih dari 12 pemberi pinjaman institusi (institutional lender) yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Pertumbuhan penyaluran pinjaman usaha yang secara konsisten terus berlangsung juga disertai oleh tetap membaiknya rasio kredit macet (non performing loan/NPL) yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk bulan ini saja, kata Ivan, rasio NPL Akseleran berada di angka 0,07% hingga 28 November 2021 dari total kumulatif penyaluran pinjaman usaha atau turun 0,02% dibandingkan bulan sebelumnya.
Selama tiga bulan terakhir di tahun ini, rata-rata total kumulatif NPL Akseleran berada di angka 0,08%. Angka ini  termasuk salah satu NPL yang terendah di industri fintech P2P lending Indonesia.
“Seiring dengan terus bertumbuhnya penyaluran pinjaman usaha Akseleran tentu kami tetap menerapkan penilaian kredit yang prudent dengan fokus kepada cashflow calon borrower sebagai bagian dari mitigasi risiko apalagi seluruh pinjaman di Akseleran sudah diproteksi asuransi kredit yang melindungi 99% pokok pinjaman tertunggak sehingga risiko terjadinya gagal bayar oleh peminjam atau borrower dapat diminimalkan lebih baik lagi,” ujar Ivan melalui keterangannya, Selasa (30/11/2021).
Menurutnya, Akseleran terus berkomitmen untuk membuka akses pendanaan seluas-luasnya bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) di seluruh wilayah Indonesia termasuk melebarkan sayapnya di luar Pulau Jawa. Tercatat, di tahun ini, total penyaluran pinjaman usaha Akseleran di luar Pulau Jawa sampai 28 November 2021 sukses mengalami kenaikan hingga 227% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan secara kumulatif berhasil menembus hampir sebesar Rp 300 miliar.
Tak hanya itu, Ivan menyebut, perseroan juga akan memperkuat perluasan penyaluran pinjaman yang memiliki potensi UKM dengan lini bisnis yang sesuai. Khususnya di sektor engineering/construction, coal & related energy, power, oil & gas, business & consumer service, dan services.
“Wilayah-wilayah luar Pulau Jawa dengan penyaluran pinjaman usaha terbesar Akseleran sejauh ini sudah ada di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Riau, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Sumatra Utara dengan kontribusi terbesar memang masih berasal dari wilayah DKI Jakarta yang berkontribusi hingga 50%,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related