Bio Farma-CEPI, Dorong Percepatan Produksi Vaksin dengan Investasi US$ 15 Juta

marketeers article
Bio Farma-CEPI, Dorong Percepatan Produksi Vaksin dengan Investasi USD 15 Juta. (FOTO: Bio Farma)

Bio Farma, dengan dukungan dari CEPI berencana menerapkan teknologi terbaru dalam produksi vaksin, yaitu metode mRNA dan viral vector. Total investasi untuk proyek ini mencapai US$ 15 juta.

Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma mengatakan kolaborasi keduanya akan meningkatkan kapabilitas industri yang berada di wilayah negara berkembang untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi potensi munculnya pandemi.

“Kolaborasi ini merupakan salah satu pencapaian bagi Bio Farma dalam rangka berkontribusi pada kesehatan dunia, dan memberi kemudahan akses produk vaksin di masa sulit seperti pandemi, khususnya di kawasan ASEAN,” kata Shadiq dalam keterangan yang diterima Marketeers, Rabu (20/9/2023).

Kerja sama ini akan membantu meningkatkan akses terhadap vaksin yang lebih merata, yang sangat diperlukan dalam penanganan pandemi dan situasi darurat, dengan mempercepat produksi dan distribusi dosis vaksin di wilayah Global Selatan.

BACA JUGA: Bio Farma dan Takeda Jalin Kerja Sama untuk Pemasaran Vaksin Dengue

Bio Farma telah memiliki pengalaman yang luas dalam produksi vaksin, dengan beberapa produknya telah mendapatkan prakualifikasi dari WHO. CEPI akan menyediakan investasi awal sebesar US$ 15 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin yang lebih beragam, serta mendukung penerapan teknologi mRNA dan viral vector di fasilitas Bio Farma, yang merupakan langkah pertama dalam proyek ini.

Penggunaan teknologi vaksin viral vector dan mRNA akan meningkatkan kemampuan Bio Farma dalam menghasilkan vaksin untuk melawan ancaman virus baru. Selain dukungan dari CEPI, Pemerintah Indonesia juga ikut berinvestasi dalam program ini.

Melalui kerja sama ini, Bio Farma akan membangun fasilitas laboratorium bioproses yang akan digunakan untuk pengembangan dan uji coba teknologi vaksin mRNA dan viral vector.

Selain itu, Bio Farma juga akan menerapkan sistem Good Manufacturing Practices (GMP) di fasilitas produksi vaksin yang akan digunakan untuk uji klinis fase 2 dan fase 3 serta produksi komersial terbatas.

BACA JUGA: Vaksin Demam Berdarah terhadap Anak Ampuh Kurangi Risiko Berat

Dengan fasilitas ini beroperasi sepenuhnya, Bio Farma akan memiliki kemampuan untuk memproduksi vaksin mRNA dan viral vector dalam waktu 100 hari setelah patogen virus baru teridentifikasi.

“Kami sambut kerja sama ini dengan semangat baik, dan kami siap untuk meraih dan mengoptimalkan setiap kesempatan dalam menghadapi tantangan sesuai tujuan kami dalam meningkatkan kualitas hidup,” tutur Shadiq.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS