Business

Bisnis Preloved dan Fashion Kian Menjanjikan

SUMBER: 123RF

Oleh: Samira Shihab, CEO & Co-founder Tinkerlust

 

Menjelang pergantian tahun 2022, tren fesyen adalah hal yang tentunya sangat ingin diketahui oleh para fashion enthusiast di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Berbicara tentang fesyen memang tidak ada habisnya. Kreativitas dan inovasi para pegiat fesyen pun ditantang, banyak tren baru yang bermunculan seiring dengan kegiatan work from home yang meningkatkan kebutuhan loungewear, masker kain, dan lainnya untuk mendukung new normal.

Majalah fesyen ternama, Vogue, baru-baru ini menerbitkan Vogue 2022 Fashion Trend Report. Vogue mengadakan fashion resort shows 2022 yang mengikutsertakan brand-brand ternama seperti Christian Dior, Burberry, Moschino dan lain-lain. Mereka memberikan banyak gambaran seperti apa tren fesyen 2022 nantinya. Layering outfit yang menampilkan siluet elektrik dan bold akan mendominasi mix and match di tahun depan nanti. Drawstring outfit/detail serut, warna playful, kombinasi warna kontras, celana legging bermotif, dress dengan detail kristal berkilau, inspirasi outfit dari tahun 60-an dan 90-an, knit material, classic less oversized blazer juga akan meramaikan tren fesyen di tahun 2022.

Tren fesyen 2022 di Indonesia ternyata telah diprediksi oleh Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Prediksi tren fesyen ini disajikan dalam sebuah e-book berjudul “New Beginning”. Buku ini diluncurkan dengan tujuan inovasi baru dalam dunia fesyen yang mengalami perubahan drastis selama masa pandemi.

Terdapat empat tema besar dalam buku ini. Pertama, ada essentiality yang mengutamakan kesan kasual, longgar, nyaman, dan new basic dibalut dengan warna-warna lembut, pucat, natural namun tetap fresh. Kedua, spirituality yang terinspirasi dari corak dan budaya Indonesia, warna-warna netral bernuansa kecoklatan (earthy) dengan motif floral, etnik, motif ikat-celup (tie dye), batik, tenun.

Ketiga, exploitation yang menampilkan kemeriahan, contohnya pakaian dengan perpaduan bentuk ketat/ pas badan dengan bentuk sangat longgar. Juga dengan motif binatang, bunga dan tumbuhan dengan ukuran ekstra dengan perpaduan warna terang dan gelap dan efek kilauan. Terakhir, exploration, motif yang ditampilkan juga terkesan abstrak, dengan hologram, efek blur, dan tiga dimensi.

Dalam beradaptasi menghadapi pandemi COVID-19, Tinkerlust mengedepankan strategi digitalisasi untuk terus terhubung dengan konsumen. Sebelum pandemi, Tinkerlust berinvestasi dalam pertumbuhan marketing untuk menjangkau pasar baru. Sekarang kami lebih terlibat dalam strategi konten dan saluran digital marketing, terutama memanfaatkan fitur pada media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Saat ini, hampir semua orang mengenal teknologi, maka media sosial adalah platform terbaik untuk terhubung dengan audiens. Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan operasional, serta memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi penjual dan pembeli saat melakukan transaksi produk fesyen di Tinkerlust.

Kini, tren membeli barang preloved lebih diminati. Anak muda seperti gen millennials lebih memilih barang preloved daripada membeli baru. Dengan maraknya penggunaan e-commerce, banyak masyarakat yang menjadikannya platform untuk menjual dan membeli barang secondhand.

Menurut laporan dari ThredUp, pasar barang preloved akan senilai US$41 miliar di tahun 2022 dan sekitar 49% adalah pakaian. Jenis jual beli barang tersebut diprediksi mengalahkan ritel fast fashion seperti Zara, H&M atau pun Forever21. Pertumbuhannya juga 24 kali lebih cepat dibanding industri ritel. Banyak konsumen yang tertarik untuk menjual barang preloved didukung oleh situs penjualan barang bekas yang semakin banyak dan mudah digunakan. Hal ini menarik untuk konsumen menjual maupun membeli barang bekas. Bahkan ketika banyak yang mengalami penurunan akibat COVID_19, pembelanjaan barang preloved secara online terus mengalami pertumbuhan yang kuat.

Dari sinilah ide, inovasi dan kreativitas diuji. Diperlukan inovasi yang kuat agar tetap bisa menjadi market leader karena itu Tinkerlust saat ini memiliki tiga metode selling: Consignment, fast selling dan marketplace. Awalnya, kami menawarkan jasa untuk menjualkan produk fesyen preloved dengan metode Consignment. Para penjual cukup mengirimkan produk kepada Tinkerlust dan Tinkerlust akan mengurus seluruh kebutuhan penjualan, termasuk dengan proses kurasi. Para penjual, akan mendapatkan keuntungan/komisi setiap bulannya.

Kemudian, pada awal September 2021, Tinkerlust menawarkan metode berjualan baru yaitu Fast-Selling. Pada metode ini, Tinkerlust dapat membeli putus produk fesyen dari luxury brands seperti; Louis Vuitton, Versace, Gucci, Chanel, dan masih banyak lagi, penjual pun bisa mendapatkan keuntungan di awal transaksi. Dengan sudah adanya dua metode berjualan ini, Tinkerlust pun melengkapi opsi bagi para penjual dengan metode Marketplace. Metode berjualan terbaru dari Tinkerlust ini memberi kesempatan bagi para penjual yang ingin memiliki kontrol penuh terhadap penjualan produknya, untuk mengatur mulai dari foto, deskripsi produk, hingga harga/diskon dari produk fesyen preloved yang ingin mereka jual melalui Tinkerlust, hanya dari rumah saja.

Tak dapat dipungkiri pandemi COVID-19 telah banyak mengubah gaya hidup masyarakat khususnya dalam berbelanja online. Banyak konsumen semakin mengutamakan kenyamanan dan kecepatan belanja online, meskipun berarti tidak bisa mencoba barang secara langsung. Karena itu, peluncuran metode berjualan terbaru oleh Tinkerlust ini diharapkan dapat mempermudah para penjual untuk menjual produk sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing, juga memberikan lebih banyak lagi opsi produk bagi para pembeli.

Inovasi lainnya yang muncul di industri fesyen adalah AI powered personalizations. Personalisasi yang didukung AI berusaha untuk memastikan bahwa konsumen tidak membuang waktu mereka untuk melihat-lihat produk yang tidak relevan, karena segalanya akan lebih baik jika terpersonalisasi.

Dengan memanfaatkan data yang dikumpulkan dari konsumen, situs e-commerce fesyen akan bisa memprediksi apakah pelanggan mereka menunjukkan tanda-tanda membeli produk tertentu, dengan menganalisis jumlah kunjungan ke halaman produk, dan lain-lain. Hal ini ini kemudian digunakan untuk menciptakan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen. Personalisasi bertenaga AI juga semakin banyak digunakan untuk merekomendasikan produk kepada pelanggan. Konsumen  dapat melihat rekomendasi offer yang relevan bagi mereka sehingga pengalaman berbelanja menjadi lebih efisien dan cepat.

Tinkerlust juga menyediakan experience berupa suggestion dari “You may also like” yang dipersonalisasikan bagi konsumen. Yang tentu saja akan memudahkan pengunjung untuk mencari item sesuai preferensi yang mereka inginkan.

The Latest

To Top