Blibli: Konsep Bekerja WFA Ideal Bagi Perusahaan

profile photo reporter Muhammad Perkasa Al Hafiz
MuhammadPerkasa Al Hafiz
14 Mei 2022
marketeers article
Konsep kerja WFA Blibli (Sumber: Blibli)
Penerapan konsep bekerja Work From Anywhere (WFA) yang digagas oleh Badan Kepegawaian Negara bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) kian ramai dibicarakan. Menurut Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara Satya Negara, skema WFA bisa diambil oleh para ASN asal mencapai target dan kinerja tercapai.  Konsep ini mungkin terdengar baru bagi instansi pemerintah. Lain hal bagi perusahaan e-commerce dalam negeri, Blibli yang sudah menerapkan kebijakan bekerja dari mana saja atau WFA sejak awal tahun 2022.  
Menurut EVP People Operations and General Services Blibli Sandra Kumalasari Dinata, fleksibilitas dan adaptasi adalah kunci bagi Blibli dalam berkembang. Bagi perusahaan, dinamisme menjadi hal yang dihadapi setiap harinya.  
“Ketika pandemi pada awal tahun 2020, penerapan kebijakan Work From Home bukanlah sesuatu yang benar-benar baru bagi Blibli. Seiring dengan perkembangan pandemi serta aspirasi dari Bliblioneers (sebutan bagi karyawan Blibli), kami melihat penerapan Work From Anywhere (WFA) merupakan kebijakan paling ideal dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan baik jasmani maupun mental,” jelas Sandra.
Sandra menjelaskan Bliblioneers diberikan kebebasan untuk memilih tempat kerjanya, mulai dari kantor, rumah, working space, hingga kafe. Ia menyebut, Bliblioneers berhak menentukan pilihannya sendiri dalam menjalankan metode bekerja yang paling tepat bagi mereka, mengingat setiap individu memiliki preferensi, urusan domestik, hingga tantangannya masing-masing. 
Di sisi lain, Sandra mengatakan kebijakan WFA tidak menjadi alasan bagi pihaknya untuk menurunkan komitmen dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. “Kami juga menjaga produktivitas Bliblioneers dengan dukungan infrastruktur pekerjaan. Blibli memberikan perangkat/gawai yang mendukung kerja dari mana saja yang dilengkapi dengan sistem keamanan, sehingga data dan informasi tetap dapat dikelola keamanannya. Tak hanya itu, Blibli mengalihkan beberapa komponen insentif untuk mendukung biaya pribadi yang digunakan untuk bekerja, seperti jaringan internet,” beber Sandra.  
Selama diberlakukannya kebijakan WFA, fakta tidak menunjukkan terjadinya penurunan produktivitas pada karyawan Blibli. Malah menurutnya, antusiasme digital talents untuk bergabung bersama Blibli tetap terjaga. Hal ini dibuktikan lewat ratusan karyawan baru bergabung dalam periode WFA, 230 pelatihan daring, serta lebih dari 24 kali online onboarding secara mulus dilakukan.  
“Blibli berkomitmen dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan inovatif untuk membantu meningkatkan kualitas, mengembangkan juga menjaga Bliblioneers. Kami akan mengkaji ketentuan ini secara berkala dan melakukan komunikasi yang komprehensif demi menyelaraskan ekspektasi dan visi antara Blibli dengan tiap karyawan,” pungkas Sandra.  

Related