Bocorkan Realisasi Investasi 2022, Bahlil: Lebih dari Rp 1.200 Trilliun

marketeers article
Bahlil Lahadalia Usulkan Ada OPEC Negara Penghasil Nikel. (FOTO: Dok Kementerian Investasi/BKPM)

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membocorkan realisasi investasi sepanjang tahun 2022. Sepanjang tahun lalu, aliran modal yang masuk melebih target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar Rp 1.200 triliun.

Bahlil menyebut target yang ditetapkan meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun 2021 yang mencapai Rp 900 triliun. Dengan kondisi kepercayaan investor terhadap Indonesia, dia optimistis kondisi perekonomian nasional jauh lebih baik dibandingkan dengan negara lain.

“Target investasi di tahun 2022 Insya Allah akan mencapai target Rp 1.200 triliun. Ini perdana saya ngomong begini karena saya baru selesai rapat kemarin. Ini adalah omongan resmi saya pertama bahwa realisasi investasi kita di tahun 2022 mencapai Rp 1.200 triliun,” kata Bahlil melalui keterangannya, dikutip Senin (16/1/2023).

BACA JUGA: Return adalah: Arti, Cara Memahami dan Jenis-jenisnya

Menurutnya, realisasi investasi sesuai dengan target yang ditetapkan lantaran hasil kerja dari BKPM yang berupaya menyelesaikan investasi mangkrak. Selain itu, diperkuat pula dengan rencana pemerintah melakukan hilirisasi komoditas berorientasi ekspor.

Adanya perizinan online atau Online Single Submission (OSS) makin memudahkan pemodal menanamkan dananya. Dengan demikian, perkembangan dunia investasi di Tanah Air kian membaik.

“Kabar baiknya lagi, capaian realisasi investasi pada tahun 2022 ini kembali melebihi target dari Presiden Rp 1.200 triliun lebih sedikit. Berapa lebihnya nanti akan kita umumkan di akhir bulan ini dan pertumbuhan ekonominya masih di atas 5%,” ujarnya.

BACA JUGA: Kembangkan Inovasi Produk, Cimory Raih Pendanaan US$ 130 Juta

Sebelumnya, pada kuartal III tahun 2022 BKPM melaporkan realisasi investasinya sebesar Rp 307,8 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 1,9% dibandingkan kuartal II tahun 2022 (quarter-to-quarter/qtq).

Apabila dibandingkan periode yang tahun 2021 (year-on-year/yoy) investasi meningkat sebesar 42,1%. Untuk komposisinya, penanaman modal asing (PMA) masih mendominasi sebesar 52,9% atau sebesar Rp 168,9 triliun. Selanjutnya, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar 45,1% atau sebanyak Rp 138,9 triliun.

Untuk sektornya terbesar adalah industri logam dasar, barang logam, dan bukan mesin sebesar Rp 40 triliun. Lalu, diikuti dengan industri transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp 32,5 triliun.

Pada posisi ketiga ditempati oleh perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan investasi sebesar Rp 28,9 triliun. Kemudian, di peringkat keempat dan kelima ditempati oleh industri pertambangan dan listrik, gas, serta air. Adapun nilai investasinya Rp 28,3 triliun dan Rp 27,3 triliun.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related