Budaya Korea, Sustainability, Teknologi dan Evolusi Industri Kecantikan

marketeers article
Ilustrasi industri kecantikan. (FOTO: 123RF)

Oleh: Kevin Kuntoro, Regional Commerce Head Summer

Industri kecantikan terus berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kini, remaja berusia 13-17 tahun sudah pandai merawat diri dengan produk skincare dan bodycare.

Bahkan, produk perawatan kulit untuk anak-anak pun semakin marak. Dilansir dari Statista, pendapatan di pasar Kecantikan & Perawatan Diri Indonesia mencapai US$ 7,23 miliar atau Rp 111,83 triliun pada tahun 2022.

Pasar ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,81% per tahun dari 2022-2027. Segmen pasar terbesar adalah perawatan diri dengan volume pasar sebesar US$ 3,18 miliar pada tahun 2022, diikuti oleh skincare sebesar US$ 2,05 miliar, kosmetik US$ 1,61 miliar, dan wewangian US$ 39 juta.

BACA JUGA: Wardah Bersama Perdoski Kembangkan Penelitian untuk Produk Skincare

Penjualan produk personal care dan kosmetik mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir, berkat perkembangan e-commerce di Indonesia.

Dikutip dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, sejak tahun 2018 hingga 2022, personal care dan kosmetik merupakan top 3 penjualan di marketplace, dengan nilai transaksi mencapai Rp 13.287,4 triliun dan volume transaksi 145,44 juta.

Di Indonesia, banyak produk kecantikan lokal yang bermunculan. Pada pertengahan tahun 2023, terdapat sekitar 1.010 produk baru.

Industri kecantikan, terutama skincare, sangat berkembang karena tumbuhnya manufacturing on contract atau maklon. Maklon memungkinkan individu atau perusahaan untuk memproduksi produk mereka dengan mudah.

kecantikan
Ilustrasi industri kecantikan. (FOTO: 123RF)

Barrier to entry yang rendah membuat industri ini sangat menarik, karena siapa pun bisa memulai brand skincare dengan biaya relatif terjangkau melalui maklon, yang juga mengurus perizinan hingga branding.

Industri kecantikan semakin berkembang karena diterima luas oleh masyarakat Indonesia. Pasar industri kecantikan kini juga tidak terbatas pada wanita. Pria, dan anak-anak pun menjadi sasarannya.

BACA JUGA: HK: Tren Sustainability Berpeluang Besar Timbulkan Pergeseran Budaya

Penerimaan ini dipengaruhi oleh budaya Korea yang semakin berkembang, yang juga mendorong kesadaran terhadap bahan-bahan kecantikan berkelanjutan seperti ginseng dan bahan alami lainnya yang ramah lingkungan.

Banyak perusahaan kini menciptakan brand mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin spesifik, seperti produk khusus anti-aging.

Bahkan yang baru adalah body shimmering dimana produk ini merupakan perawatan tubuh yang cukup menarik untuk menemani waktu liburan terutama di pantai.

Meskipun demikian, tantangan seperti produk yang beredar tanpa izin resmi masih ada.

Selain itu, pelaku industri kecantikan harus terus berinovasi dan mencari celah di pasar. Saat ini, penggunaan bahan alami asli Indonesia, seperti daun telang, dan produk yang ramah lingkungan semakin diminati karena produk dengan bahan alami menggunakan lebih sedikit bahan kimia dan menghasilkan lebih sedikit limbah.

BACA JUGA: Rahasia ZAP Clinic Jadi Klinik Kecantikan Andalan Para Gen Z

Perkembangan teknologi juga berpengaruh besar pada industri kecantikan. Penggunaan teknologi sains dan alat-alat canggih memungkinkan pengembangan produk dengan bahan mikro partikel yang dapat diserap lebih efektif oleh tubuh.

Industri kecantikan di Indonesia dan global terus berkembang pesat, didorong oleh inovasi, perubahan budaya, dan kemajuan teknologi. Meskipun persaingan ketat dan tuntutan inovasi tinggi, peluang bagi pendatang baru masih terbuka lebar.

Tantangan utama adalah menjaga standar kualitas dan keamanan, terutama dalam memenuhi regulasi seperti BPOM. Dengan inovasi yang tepat dan adaptasi terhadap tren global, industri kecantikan dapat terus tumbuh dan menawarkan berbagai produk yang memenuhi kebutuhan konsumen

Related