Buntut Hoax di Twitter, Indodax Laporkan Akun Twitter Dark Tracer

profile photo reporter Bernadinus Pramudita
BernadinusPramudita
20 September 2022
marketeers article
Buntut Hoax di Twitter, Indodax Laporkan Akun Twitter Dark Tracer (FOTO:123RF)
Indodax, platform kripto di Indonesia dengan 5,5 juta member resmi melaporkan akun twitter Dark Tracer: DarkWeb Criminal Intelligence (@darktracer_int) ke pihak berwajib. Laporan ini diambil oleh manajemen Indodax atas hoaks yang disebar oleh Dark Tracer di akun Twitter-nya mengenai isu peretasan yang dialami perusahaan beberapa waktu lalu.
Oscar Darmawan, CEO Indodax mengungkapkan langkah ini dilakukan karena hoaks yang diembuskan oleh posting-an Dark Tracer telah menciderai citra perusahaan. Selain itu, posting-an tersebut dinilai perusahaan membuat keresahan bagi member perusahaan dan seluruh pegiat kripto dan blockchain di Tanah Air, bahkan luar negeri.
“Langkah ini akhirnya kami lakukan setelah kami berkonsultasi dengan pihak hukum. Kami selaku manajemen Indodax menilai bahwa Dark Tracer menyebarkan isu yang tidak benar tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada kami. Dengan unggahan isu hoax di akun social media dari Dark Tracer dan dilihat oleh banyak orang, tentu sangat menyerang brand yang sudah kami bangun selama ini sebagai perusahaan kripto terpercaya di Indonesia. Sejak awal Indodax berdiri, kami selalu berfokus pada keamanan dań kenyamanan member kami,” kata Oscar dalam siaran tertulisnya, Selasa (20/9/2022).
Oscar pun menambahkan Indodax akan memidanakan akun Dark Tracer dengan pasal pencemaran nama baik dan manipulasi informasi elektronik.
Indodax dalam praktiknya sudah menjamin kerahasiaan dan keamanan data member. Perusahaan juga memegang tiga sertifikasi ISO sekaligus yaitu ISO 9001, ISO 27001, dan ISO 27017, dan mengklaim merupakan satu-satunya perusahaan kripto Indonesia yang memiliki tiga sertifikasi ISO dan sudah mendapatkan legalitas dari regulator kripto di Indonesia. 
Indodax menetapkan sistem Multi Factor Authentication (MFA) serta menggunakan teknologi multi-party computation (MPC) dan Transaction Authorization Policy (TAP) untuk mengamankan aset member agar tidak dapat diakses tanpa persetujuan member tersebut.
“Dengan sistem tersebut kami lakukan demi proteksi penuh member. Berhubungan dengan kasus isu hoaks twitter kemarin, saya membantah hal tersebut karena kami sudah pastikan bahwa server Indodax aman dan tidak ada data leaked sebesar 50.000 dari server Indodax seperti yang diberitakan. Saya bisa pastikan server kami aman,” ucap Oscar.
Untuk memastikan agar kegiatan transaksi jual-beli kripto jauh lebih aman lagi, Oscar pun mengajak para member untuk bersama-sama menjaga keamanan data masing-masing dengan berhati-hati ketika melakukan login, memastikan bahwa website yang dibuka merupakan alamat INDODAX yang benar, dan tidak asal men-download plugin yang berhubungan dengan crypto di browser, karena rentan disusupi virus atau malware.
“Agar tidak rentan disusupi virus atau malware, saya imbau agar para member untuk selalu memastikan handphone dan browser yang digunakan trading aman dan bersih dari virus,” tutur Oscar.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related