Cara Efektif Memproduksi Konten Marketing di Media Sosial

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
25 Januari 2022
marketeers article
Illustration about Content Marketing Strategy on Blackboard
Media sosial saat ini menjadi salah satu platform yang sering digunakan dalam mengembangkan bisnis. Pasalnya, hampir semua orang memiliki media sosial dan mampu menjadi alat periklanan yang murah dan efisien dalam menjaring audiens. Lalu, bagaimana cara yang efektif memproduksi konten marketing agar dapat meningkatkan penjualan?
Chief Executive Officer (CEO) Marketeers Iwan Setiawan mengungkapkan, setidaknya ada tiga cara yang harus dipersiapkan dalam memproduksi konten marketing. Hal pertama yang harus dilakukan yakni dengan melakukan pemetaan siapa target audiens yang disasar dalam konten yang diproduksi.
“Pertama kita perlu mendeskripsikan target audiens dari sisi demografis misalnya usia, jenis kelamin, status menikah, pekerjaan atau status sosial mereka saat ini. Semua bisa memberikan gambaran bagi kita siapa kira-kira orang yang ingin dituju dengan komunikasi kita,” kata Iwan dalam program YouTube Marketeers TV bertajuk Analisis, dikutip Selasa (25/1/2022).
Menurut dia, cara itu disebut dengan potret key touchpoints yang memiliki tiga elemen dalam persona yakni aspek demografis, aspek ketertarikan, dan kebiasaan. Langkah tersebut merupakan cara untuk mendeskripsikan dan menentukan secara detail target audiens.
Menurut Iwan, langkah pertama harus diselesaikan dengan baik agar bisa melanjutkan pada cara kedua. Pada langkah kedua pengusaha berbicara tentang penentuan tema konten. Sebuah merek yang dimiliki ketika akan dikaitkan dengan sebuah konten maka harus menentukan tema yang ada relevansinya dengan posisi merek. Namun, di sisi lain juga harus menarik audiens.
“Perbedaan yang sangat mencolok dari konten marketing dibandingkan dengan advertising adalah sering kali di advertising kita berfokus pada produk dan kekuatan brand yang ingin dikomunikasikan ke luar. Sering kali kekuatan brand bukan sesuatu yang dianggap penting untuk didengar oleh audiens sehingga ada kesalahan ketika kita akan menyampaikan sesuatu tapi audiens tidak mau dengar,” ujarnya.
Iwan melanjutkan, di konten marketing harus mencari tahu terlebih dahulu apa yang sedang dicari audiens atau yang menarik perhatian. Setelah itu baru memproduksi konten yang menjawab minat tersebut sekaligus ada transisi pengenalan merek kita.
“Jadi di sisi lain, kita menyenangkan dulu apa yang ingin dialami atau yang ingin didengar audiens sambil menyelipkan pesan-pesan merek dalam konten tersebut. Inilah angel konten marketing yang sangat berbeda dengan advertising biasa,” kata dia.
Langkah ketiga, kata Iwan, merupakan langkah terpenting yakni penentuan format. Sebab, sering kali sebuah konten punya format entertainment yang mudah diterima masyarakat. Adapun beberapa bentuk yang sering beredar di sosial media yakni video viral, kontes di sosial media, komik, dan film yang sifatnya menghibur. Lalu, kerap kali komunikasi merek hanya diselipkan dalam hiburan tersebut dengan target mendapatkan banyak penonton.
“Namun, ada kalanya konten kita bentuknya insiparasi. Di mana bentuk-bentuk yang lazim untuk inspiring content misalnya product review atau toplist. Kemudian ada juga yang bentuknya endorsement atau testimoni dari vigur yang dihormati,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related