Property

Cara OYO Bertahan dan Tumbuh Selama Pandemi

SUMBER: OYO

Inovasi bisnis dan operasional memang penting ketika bicara soal bukan bisnis hospitality. Namun, di situasi pandemi seperti saat ini. Ada hal lain yang perlu dipertimbangkan, yakni kolaborasi.

Kolaborasi menjadi cara yang diyakini OYO mampu menyelamatkan dan mempertahankan bisnis hingga saat ini. Tidak hanya bertahan saja, bisnis OYO bahkan tumbuh dengan lebih dari 350.000 kamar di seluruh dunia dan 45.000 kamar di Indonesia.

Sebagai jaringan hotel, OYO fokus untuk tetap bertahan di tengah tekanan industri dengan menghadirkan strategi yang baik demi keberlangsungan bisnis mitra. Sebab itu, OYO terus menganalisis performa dari setiap properti agar dapat meningkatkan kualitas hunian secara maksimal.

“Bisnis OYO terus berada pada jalur pemulihan, dengan laba kotor saat ini yang sudah melampaui level pra-COVID (Januari 2020). Secara global, tarif kamar yang dijual OYO juga telah meningkat lebih dari 5% selama pandemi,” ujar Founder dan Group CEO OYO Hotels & Homes Ritesh Agarwal.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa OYO juga terus mengamati kondisi pasar dan optimistis industri hospitality dapat kembali berkembang dalam lima sampai enam bulan ke depan. Terlebih lagi dengan vaksinasi yang terus diperluas jangkauannya sehingga dapat membuat bisnis pariwisata kembali bergairah.

Salah satu inisiatif yang membuat bisnis OYO dapat tumbuh selama pandemi adalah layanan isolasi mandiri. Hal ini sukses meningkatkan performa hunian sebesar 80-90% selama pandemi pada sejumlah properti.

Inisiatif lain yang tidak kalah berpengaruh adalah kolaborasi dengan online travel agent (OTA). Sinergi dengan OTA sukses memberikan peningkatan gross merchandise value (GMV) mitra hotel yang berpartisipasi hingga lebih dari 50%.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top