Cara Pandawa Agri Indonesia Dukung Bisnis Petani di Masa Sulit

profile photo reporter Clara Ermaningtiastuti
ClaraErmaningtiastuti
15 Februari 2021
marketeers article
Pandawa Agri Indonesia memperkenalkan produk terbaru, Weed Solu-tion (WS). Produk ini merupakan reduktan herbisida yang bekerja sebagai carrier untuk mengikat bahan aktif herbisida (sarana pengendalian gulma).
WS membantu herbisida mencapai lokasi target meski dosisnya dikurangi 50% dari dosis awal sehingga bahan aktif tersebut tidak akan terbuang ke bagian lain yang bukan tujuan utamanya. Hal ini merupakan inovasi dari Pandawa Agri Indonesia untuk membantu menciptakan industri pertanian yang praktiknya lebih sustainable dan ramah lingkungan.
“Industri pertaninan masih bergangung pada bahan kimia berbahaya yang berpengaruh terhadap lingkungan dan konsumen. Sebab itu, kami berharap inovasi dan produk kami dapat meningkatkan keamanan dan sustainability dari industri pertanian,” ungkap CEO dan Co-Founder Pandawa Agri Indonesia Kukuh Roxa.
Sektor pertanian diketahui memiliki dampak signofikan bagi perekonomian Indonesoa. Hal ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan kontribusi pertanian sebesar 15% dari total PDB  Indonesia.
BPS juga menemukan jumlah petani di Indonesia adalah 12% dari keseluruhan penduduk. Ini menunjukkan ketergantungan negara pada sektor pertanian. Indonesia sendiri memiliki potensi yang cukup banyak untuk komoditas ekspor, seperti kelapa sawit, kakao, kopi, hingga karet.
“Kami berharap produk Weed Solut-ion dapat membantu para petani. Tidak hanya dengan meringankan beban biaya tetapi juga memungkinkan pengguna untuk memperluas jangkauan bisnis. Kami berharap, produk kami bisa bekerja lebih efektif lagi dan mereduksi pestisida dalam dosis besar,” tutup Kukuh.
Editor: Sigit Kurniawan

Related