Cara Produsen Ban Federal Hadapi Gejolak Rupiah

profile photo reporter Marketeers Editor
MarketeersEditor
06 April 2015
marketeers article
Industri ban merupakan salah satu industri yang menjanjikan. Bagaimana tidak, pertumbuhan kendaraan bermotor tiap tahunnya selalu meningkat, terlebih bagi kendaraan roda dua. Pertumbuhan kendaraan bermotor ini diiringi meningkatnya kebutuhan orang-orang akan ban kendaraan yang berkualitas. 
Namun, pada tahun ini, sedikit guncangan sedang melanda beberapa industri termasuk industri ban sepeda motor. Guncangan ini tidak bisa dilepaskan dengan adanya penguatan mata uang asing terhadap nilai tukar rupiah. Herry Junaidi, Direktur PT Suryaraya Rubberindo Industries, produsen FDR Tire dan Federal, menjelaskan beberapa permasalahan yang melilit industri ban tersebut. 
 
Menurutnya, penguatan mata uang asing ini berimbas pada penetapan komponen harga. Industri ban banyak menggunakan harga komoditas yang setiap bahannya sudah memiliki harga komoditas yang mengacu kepada satuan harga global. “Seperti harga karet,  kami tidak melihat dari harga yang diberikan oleh petani. Kami lebih mengacu pada harga komoditas global,” ujar Herry.
 
Seperti industri pada umumnya, industri ban juga terkait dengan harga material dan proses produksi. Permasalahan utamanya adalah harga komoditas yang selalu naik turun. Selain itu, industri ini juga sangat sensitif dengan fluktuasi dolar Amerika Serikat, proses produksi, upah, maupun distribusi. “Dolar Amerika Serikat ini sangat dominan mempengaruhi harga karena semua standar harga komoditas global mengacu pada mata uang ini,” tambah Herry.
 
Menghadapi gejolak rupiah tersebut, Herry bersama tim-nya menyiapkan -langkah-langkah antisipatif. Salah satu yang mereka lakukan adalah mengeluarkan beberapa produk yang autentik. “Kami main pada diferensiasi. Kami memberikan produk kepada konsumen dengan nilai lebih. Misalnya, kami menyuguhkan produk-produk yang ramah lingkungan, hemat energi, dan berdesain unik,” tutup Herry.

Related