Catat Performa Baik, Kinerja Angkutan Barang KAI Naik 15% Semester I

marketeers article
(FOTO: Dok KAI)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berhasil menunjukkan kinerja positif pada semester I 2022 melalui angkutan barang. KAI tercatat mengangkut sebanyak 26,7 juta ton barang, yang mana mengalami kenaikkan 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Melihat usaha yang kian pulih seiring dengan pengendalian pandemi, hal ini yang mendorong peningkatan kinerja tersebut.

“Peningkatan kinerja angkutan barang KAI pada semester I 2022 ini menunjukkan bahwa layanan angkutan barang menggunakan kereta api semakin diandalkan masyarakat dan memiliki prospek yang cerah ke depannya,” kata Joni Martinus, VP Public Relations KAI.

Pada semester I 2022, batu bara menjadi barang yang paling mendominasi dengan angka sebesar 20,6 juta ton atau 77,2% dari total angkutan KAI. Angkutan produk batu bara pun juga mengalami penambahan volume yang paling besar dibandingkan komoditi lainnya, yaitu 3 juta ton pada semester I 2022 atau meningkat 17% dibanding periode sebelumnya. 

Selain angkutan batu bara, barang ritel juga mengalami kenaikan. Hal ini ditunjukkan oleh KAI yang mengangkut sebanyak 85.231 ton barang, naik 29% dibanding tahun lalu. Peningkatan ini menjadi tanda bahwa ekonomi masyarakat perlahan pulih setelah dampak pandemi, maka kebutuhan pengiriman barang makin besar.

Berbagai komoditas yang diangkut KAI seperti semen, BBM, CPO, pulp, peti kemas, dan komoditas lainnya juga turut mengalami peningkatan volume angkutan. Ke depannya, KAI terus berupaya untuk mengembangkan inovasi dalam memberikan pelayanan angkutan komoditas lainnya sesuai dengan permintaan dan kebutuhan masyarakat.

Menjadi salah satu pilihan transportasi utama, sektor angkutan komoditi KAI turut berkontribusi dalam pendistribusian logistik nasional. Selain itu, angkutan barang kereta api juga meningkatkan neraca perdagangan barang ekspor dengan sebagian barang yang diangkut adalah barang ekspor.

Keunggulan angkutan barang ini juga berpartisipasi dalam mengurangi beban infrastruktur jalan raya sehingga biaya pemeliharaan infrastruktur lebih efisien. Dengan adanya opsi angkutan barang kereta api ini diharapkan dapat mengurangi dampak pada lingkungan seperti polusi dan kemacetan, serta meningkatkan daya saing secara global.

“Ke depan, KAI akan mengoptimalkan angkutan barang dengan terus melakukan riset potensi angkutan barang, berkolaborasi dan menggandeng mitra baru, serta melakukan rekayasa pola operasi. Harapannya agar angkutan barang KAI terus berkembang dan maksimal dalam mendistribusikan logistik nasional,” tutur Joni. 

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS