CRIO, Resto Modern Tapas Style di Kawasan Menteng

profile photo reporter Dyandramitha Alessandrina
DyandramithaAlessandrina
14 November 2022
marketeers article
Sumber: CRIO Restaurant

Bertambah lagi destinasi makanan di kawasan elit Menteng. Baru dibuka Juni 2022, CRIO menawarkan pengalaman makan premium yang komplet, mulai dari menu savory, beragam sajian pencuci mulut, hingga koktail artisanal.

Restoran berkapasitas 125 pengunjung ini memiliki empat area, yaitu semi VIP, ruang tengah, bar, dan ruang VIP. Ruang VIP yang dapat menampung 16 pax ini dilengkapi dengan TV dan private bathroom. Untuk semi VIP, bar, dan ruang VIP merupakan smoking area.

Memang, target pasar restoran ini all around, mulai dari keluarga, pasangan, hingga pengunjung yang ingin sekadar hangout bersama teman-teman sembari menikmati live music yang ada di area bar. Menariknya, CRIO juga mengusung konsep open kitchen.

Richie Pratadaja, pemilik sekaligus Chef CRIO mengungkap, ini merupakan bagian dari edukasi. Sebab, restoran ini ingin agar pengunjung dapat melihat proses pembuatan cokelat yang merupakan salah satu specialty dari CRIO.

“Kami ingin mengedukasi pengunjung mengenai proses pembuatan cokelat yang walaupun terlihat kecil, namun cukup panjang prosesnya. Selain itu, konsep ini juga diusung agar lebih menyenangkan dan memberi tahu pengunjung proses pembuatan makanan yang akan mereka nikmati. Kami ingin lebih transparan saja intinya,” ungkap Chef Richie.

Tidak afdol rasanya kalau jika tidak membahas mengenai makanan yang dihadirkan restoran ini. CRIO menawarkan konsep full dining experience dengan konsep makanan modern tapas style. Jadi, pengunjung yang datang dapat mencoba makanan berat, dessert, ataupun sekadar mencicipi minuman beralkohol.

Kata Tapas sendiri berasal dari negara Spanyol, yaitu small bites. Namun demikian, makanan di restoran ini tidak spesifik ke makanan Spanyol. Ada pula makanan dari negara lainnya, termasuk Indonesia.

Untuk menu hidangan gurih dengan gaya tapas, Chef Richie merekomendasikan pengunjung untuk mencoba Balinese Octopus, yakni cumi-cumi bakar, semangka yang dikempa dengan chimichurri paprika, dan gel mentol. Ada pula Hidden Tuna, yakni tuna miso tartare, keripik parmesan, gel apel, dan busa jeruk nipis.

Selain sajian bergaya tapas, CRIO juga menawarkan pilihan hidangan utama, mulai dari Crispy Skin Salmon, salmon panggang dengan asparagus puree, saus jeruk, dan lentil du Puy. Ada pula  glazed vegetables, CCC43, yaitu dada ayam sous vide dengan fondant kentang, kulit ayam, glazed vegetables, kacang mete dan saus cokelat, hingga Lobster Mac & Cheese, saus keju homemade, daging lobster, bacon sapi/babi, truffle, dan remahan kacang pistachio.

Bonbon merupakan menu cokelat andalan di CRIO. Beberapa rasa khas yang ditawarkan di restoran ini adalah Hazelnut Bar, pasta kacang hazelnut bakar, kacang vanila, dan wafer renyah, Kalamansie Pie, yakni adonan kalamansi dan kue speculoos. Ada pula Ivy yang memiliki gel the rosella, adonan yuzu, dan wijen hitam kluwak didalamnya.

Chef Richie menambahkan, terdapat tujuh macam koktail di restoran ini. Namun demikian, akan terus berkembang per seasonnya. Menariknya, pengunjung juga dapat memesan koktail custom. Jadi, sesuai dengan preferensi pengunjung yang menginginkan rasa tertentu. Nantinya, akan langsung dibuatkan dengan gaya khas CRIO.

“Kami berharap pengunjung tidak pernah bosan datang ke sini, karena selalu ada sesuatu yang baru. Kami berupaya untuk selalu berinovasi, dan berkembang. Dengan begitu, kami semua satu perusahaan dapat maju bareng-bareng. Inilah yang kami terapkan di budaya perusahaan kami,” tutur Chef Richie.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related