Dampingi 17.682 Petani Jagung, Pupuk Kaltim Sukses Tingkatkan Produksi 35%

marketeers article
Teguh Ismartono, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim. Sumber gambar: Marketeers/Tri Kurnia Yunianto.

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melaporkan hingga September 2023 berhasil melakukan pendampingan terhadap 17.682 petani jagung melalui program MAKMUR (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat). Perseroan mengklaim dengan program itu, produktivitas atau hasil panen petani mampu meningkat sebesar 35%.

Teguh Ismartono, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim menuturkan, sejak program MAKMUR digagas pada tahun 2020 perseroan terus berfokus menciptakan ekosistem pertumbuhan bagi para petani dan memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Selain itu, perseroan juga berkomitmen tidak hanya berorientasi pada profit semata tetapi turut mempertimbangkan faktor keberlanjutan ekologis dan juga humanis.

BACA JUGA: Ekspansi, Pupuk Kaltim Akan Membangun Pabrik Pupuk di Papua Barat

“Dengan begitu, kami optimistis dapat memberikan kontribusi positif mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga perekonomian Indonesia,” kata Teguh dalam Media Gathering HUT Pupuk Kaltim ke-46 di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Menurutnya, kenaikan produksi jagung berdampak pula pada kenaikan keuntungan hasil panen. Tercatat, para petani rata-rata mendapatkan kenaikan hasil panen sebesar 52% setelah mengikuti program pendampingan.

BACA JUGA: Konsisten Tekan Emisi, Pupuk Kaltim Perbarui Pabrik Amonia Tertua

Tidak hanya itu, Teguh menyebut, perseroan berhasil merealisasikan pengembangan lahan seluas 48.585 hektare (Ha). Sehingga bisa memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

“Keberhasilan ini mencerminkan komitmen Pupuk Kaltim dalam memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat petani dan memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Di sisi lain, sebagai salah satu perusahaan pupuk dan petrokimia produsen pupuk urea terbesar di Indonesia, Pupuk Kaltim telah melakukan berbagai inisiatif bisnis melalui penerapan prinsip good corporate governance (GCG) dan environment, social and governance (ESG).

Sejak didirikan pada tahun 1977, perseroan berhasil melakukan berbagai pengembangan pabrik hingga saat ini memiliki 13 pabrik. Lima pabrik di antaranya adalah pabrik Amoniak berkapasitas 2,74 juta ton per tahun.

Kemudian ada pula lima pabrik Urea berkapasitas 3,43 juta ton per tahun dan tiga pabrik NPK berkapasitas 300 ribu ton per tahun. Pupuk Kaltim juga akan memulai proses pembangunan pabrik soda ash dengan kapasitas 300 rinu MTPY di lahan seluas 16 Ha di kota Bontang, Kalimantan Timur.

Masih di kota Bontang, pada akhir tahun ini Pupuk Kaltim bersama anak perusahaannya yaitu PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) juga akan meresmikan pembangunan pabrik Amonium Nitrat berkapasitas 75.000 MTPY di Kawasan Industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE).

Demi menjawab kebutuhan pupuk dan memperkuat ketahanan pangan nasional ke depannya, Pupuk Kaltim juga memulai pembangunan Kawasan Industri Terpadu di Fak-fak, Papua Barat.

“Kawasan proyek strategis nasional (PSN) ini nantinya ditargetkan tidak hanya memenuhi stok dalam negeri dan ekspor namun juga membangun pertanian modern di wilayah Timur yaitu di Papua,” kata Teguh.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS