Danamon Berikan Tips Investasi Obligasi Jangka Pendek

marketeers article
Danamon Berikan Tips Investasi Obligasi Jangka Pendek. (Danamon)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) memberikan tips investasi menghadapi situasi geopolitik global yang berfluktuasi dan suku bunga yang tinggi. Ivan Jaya, Kepala Consumer Funding & Wealth Business Danamon menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan investasi pada obligasi jangka pendek.

“Instrumen ini memiliki risiko yang minim dan cocok dengan kondisi saat ini,” kata Ivan dalam laporannya, Rabu (8/5/2024).

Ivan juga menambahkan bahwa investasi pada obligasi jangka pendek dapat berbasis rupiah maupun dolar Amerika Serikat (AS). Dia mengatakan obligasi pemerintah dalam dolar AS bisa lebih menguntungkan karena nilai tukar dolar AS terhadap rupiah cenderung menguat belakangan ini.

BACA JUGA: Danamon Bukukan Laba Bersih Sebesar Rp 831 Miliar di Kuartal 1 2024

“Sebagai investor biasa langsung pilih dolar AS karena kita tahu nilai tukar dolar terhadap rupiah cenderung menguat,” ujar Ivan.

Setelah situasi geopolitik membaik, Ivan menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan untuk beralih ke obligasi dengan durasi yang lebih panjang atau instrumen yang lebih berisiko seperti saham dan reksadana saham.

Selain itu, Ivan juga menekankan pentingnya diversifikasi investasi. Menurutnya, dengan memiliki portofolio yang terdiversifikasi, investor dapat melindungi diri dari fluktuasi pasar yang tak terduga dan pada saat yang sama meningkatkan potensi keuntungan mereka.

Diversifikasi investasi dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk diversifikasi dari segi kelas aset, sektor, dan waktu pembelian.

BACA JUGA: Strategi Danamon Optimalisasikan Bisnis lewat Investasi Strategis

Namun, Ivan juga mengingatkan investor untuk menghindari beberapa hal. Di antaranya, mengikuti perilaku “ikut-ikutan” dan memiliki ekspektasi yang tidak realistis.

“Investasi harus dilakukan dengan menggunakan dana yang tidak diperuntukkan untuk kebutuhan sehari-hari, karena memiliki risiko dan dapat berfluktuasi, terutama dalam jangka waktu pendek,” tutur Ivan.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related