Dapat Pendanaan, Mahindra Incar Suplai Sel Baterai Buat Mobil Listrik

marketeers article
Mobil listrik konsep Funster dari Mahindra saat dipamerkan pada tahun 2020 lalu. (FOTO: Mahindra Auto)

Mahindra & Mahindra menimbang langkah investasi pada produsen baterai mobil listrik, demi mengamankan suplai dalam jangka menengah. Wacana ini menguat setelah produsen kendaraan asal India tersebut memperoleh pendanaan senilai US$ 250 juta dari British International Investment awal Juli 2022. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan unit mobil listrik terbaru mereka.

Mahindra hanya akan menanamkan modal pada pelaku industri bidang sel baterai lithium-ion yang terbilang mapan atau mempunyai skala produksi besar. Salah satu nama calon mitra potensial yang muncul ke permukaan adalah Volkswagen AG. Jenama kendaraan asal Jerman itu memang sudah mempunyai platform serta teknologi pengembangan komponen mobil listrik, baik rangkaian baterai maupun motor penggerak.

“Niat kami bukan sepenuhnya ingin memproduksi baterai, ada lebih banyak perusahaan yang melakukannya lebih baik. Kami bisa bermitra dengan mereka, seperti ikut menanamkan modal. Tetapi, kami tidak perlu memiliki atau menjalankan fasilitas (produksi baterai mobil listrik) tersebut,” kata Anish Shah, CEO Mahindra, seperti dilansir Marketeers dari Reuters pada Senin (11/7/2022).

Alasan utama Mahindra untuk mengamankan suplai baterai mobil listrik adalah untuk mendukung rencana mereka dalam menghadirkan model mobil listrik baru. Lebih tepatnya, mereka berniat menghadirkan lima model kendaraan elektrifikasi bertipe sport utility vehicle (SUV) untuk beberapa tahun ke depan. Kendaraan tersebut diharapkan mampu mengisi ceruk 30% dari keseluruhan penjualan SUV Mahindra pada tahun 2027 nanti.

Disrupsi serta kelangkaan komponen pada rantai paskok komponen kendaraan bermotor memberi motif lain, yang mendorong upaya Mahindra menamamkan modal ke para pemasok baterai. Dorongan serupa juga diungkap oleh banyak produsen kendaraan, untuk mengupayakan jaminan atas pasokan komponen mobil buatan mereka belakangan ini.

Selain rangkaian baterai maupun motor penggerak, Mahindra menyebut masih mampu melakukan produksi komponen mobil listrik keluarannya secara mandiri. Pasalnya, perangkat serta suku cadang yang dibutuhkan disebut tidak berbeda jauh dengan yang dimiliki mobil bermesin bensin (internal combustion engine/ICE). Pasalnya, selama ini Mahindra memang sudah mampu membuatnya secara mandiri.

Inisiatif investasi Mahindra terkait baterai mobil listrik juga didorong adanya insentif dari Pemerintah India bagi perusahaan yang mengembangkan kendaraan elektrifikasi. Kebijakan tersebut digulirkan demi mengejar target pertumbuhan kendaraan listrik di India. Pemerintah setempat menetapkan segmen mobil listrik dapat bertumbuh hingga 30% pada tahun 2030.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS