Digital

Darknet Jadi Ajang Ilegal Jual-Beli Vaksin COVID-19

Saat ini, dunia sedang melakukan aksi kolosal di bidang kesehatan yang terbesar dan paling kompleks dalam sejarah, yakni vaksinasi. Sehingga tidak mengherankan, dengan skala kegiatan yang begitu besar ini membuat para scammers dan penjual di pasar gelap sangat ingin mendapatkan keuntungan dari momentum tersebut.

Peneliti Kaspersky yang memeriksa 15 pasar berbeda di Darknet menemukan ada iklan untuk tiga vaksin COVID-19 utama, yaitu Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna. Terdapat juga penjual yang mengiklankan vaksin COVID-19 yang tidak terverifikasi.

“Anda dapat menemukan apa saja di Darknet, jadi tidak mengherankan jika penjual mencoba memanfaatkan proses vaksinasi yang sedang dilaksanakan hampir di seluruh penjuru dunia. Selama setahun terakhir, ada banyak penipuan yang mengeksploitasi topik COVID-1 dan banyak di antaranya berhasil. Saat ini, tidak hanya orang-orang yang menjual dosis vaksin, tetapi mereka juga menjual catatan vaksinasi— sebuah potongan kertas yang dapat membantu Anda bepergian dengan bebas. Penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati terhadap setiap kesepakatan yang terkait dengan pandemi. Tentu saja, membeli vaksin dari forum Darknet bukan ide yang baik,” kata Dmitry Galov, pakar keamanan Kaspersky.

Para penjual vaksin, mayoritas penjual berasal dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat, dan harga per dosis berkisar antara US$250 hingga US$1.200, dengan biaya rata-rata sekitar US$500. Komunikasi dilakukan melalui aplikasi perpesanan terenkripsi seperti Wickr dan Telegram. Sedangkan pembayaran diminta dalam bentuk mata uang kripto, terutama bitcoin.

Mayoritas penjual underground ini sudah melakukan sekitar 100-500 transaksi, yang menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan penjualan sedangkan kejelasan barang tersebut masih belum diketahui efektivitasnya. Dengan informasi yang tersedia untuk para ahli Kaspersky, tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak dari dosis vaksin yang diiklankan secara online adalah dosis yang tepat, sejumlah fasilitas medis bahkan mendapati dirinya dengan dosis yang tersisa, dan berapa banyak iklan yang merupakan penipuan.

Bahkan jika Anda menerima sesuatu melalui pos, kemungkinan besar informasi yang diterima bukan merupakan dosis yang efektif dan valid. Lebih penting lagi, mendapatkan dosis seperti itu adalah ilegal.

MARKETEERS X








To Top