Decoy Product, Produk yang Sengaja Dibuat Ga Laku

marketeers article
Ilustrasi decoy product (Sumber: 123RF)

Decoy Product atau produk umpan adalah teknik pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk utama dengan menawarkan produk tambahan yang lebih mahal atau kurang menguntungkan bagi konsumen.

Teknik ini sering digunakan para salesperson atau marketeer untuk meningkatkan penjualan sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan. Berikut cara kerja dan contoh penerapan taktik decoy product yang dirangkum Marketeers dari berbagai sumber.

Bagaimana cara kerja decoy product?

Cara kerja decoy product adalah dengan menempatkan produk tambahan yang harganya lebih tinggi atau kurang menguntungkan secara strategis di antara produk utama dan produk alternatif yang lebih murah atau lebih menguntungkan. Dalam hal ini, produk tambahan bertindak sebagai perangkap yang memancing konsumen untuk memilih produk utama atau produk alternatif yang lebih menguntungkan.

Contoh penerapan decoy product

Contoh penerapan decoy product sering ditemukan pada produk minuman atau makanan cepat saji. Taktik ini akan memanfaatkan logika konsumen untuk memilih produk yang lebih menguntungkan.

BACA JUGA: Nokia Ubah Logo dan Identitas Merek, Siapkan Strategi Bisnis Baru

Contoh paling sederhana, perusahaan memiliki tiga ukuran produk minuman dengan tiga harga yang berbeda. Pertama, produk dengan ukuran 100 ml seharga Rp 25.000. Kedua, produk dengan ukuran 150 ml seharga RP 35.000. Ketiga, produk dengan ukuran 250 ml seharga Rp 38.000.

Di kasus ini, produk kedua adalah umpan agar konsumen memilih produk ketiga yang paling mahal namun konsumen mendapat ukuran yang jauh lebih besar dengan penambahan biaya yang membawa kesan “nambah dikit lagi, saya bisa dapat ukuran jauh lebih besar”.

BACA JUGA: Anda Merasa Burnout? Ini 5 Tips Menjaga Api Semangat Salesperson Tetap Berkobar

Dalam industri teknologi, decoy product dapat diterapkan dalam bentuk paket penjualan. Misalnya, sebuah merek smartphone menawarkan paket penjualan yang mencakup tiga pilihan, yakni smartphone utama, smartphone yang lebih murah, dan paket smartphone yang mencakup aksesori tambahan dengan harga yang jauh lebih tinggi. Dalam hal ini, paket smartphone dengan aksesori tambahan bertindak sebagai produk perangkap yang mengarahkan konsumen membeli smartphone utama.

Meskipun decoy product dapat meningkatkan penjualan dan meningkatkan keuntungan, teknik ini juga memiliki kelemahan. Jika produk tambahan terlalu mahal atau kurang menguntungkan, konsumen mungkin kehilangan kepercayaan pada merek dan tidak akan membeli produk utama atau alternatif.

Sebab itu, sangat penting bagi perusahaan untuk memperhatikan kualitas dan nilai dari produk tambahan yang ditawarkan.

Kesimpulannya, decoy product adalah teknik pemasaran yang bisa efektif untuk meningkatkan penjualan dan meningkatkan keuntungan. Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan teknik ini tergantung pada penerapan yang tepat dan strategi yang matang. Pasalnya, konsumen akan sangat memperhatikan nilai dari produk yang ditawarkan sebelum memutuskan untuk membeli.

Related

award
SPSAwArDS