Finance

Dekati Milenial, Bank Syariah Lebih Tahan Banting Saat Pandemi

Industri perbankan pada umumnya terkena pandemi, namun Bank Syariah Indonesia (BSI) justru  mendapat durian runtuh. Pada tahun 2020 BSI, mendapat konversi besar-besaran dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 2 triliun.  Ini didapatkan dari adanya kebijakan proyek ekonomi Provinsi  Aceh.

Sampai di awal 2021, BSI sudah berhasil konversi sekitar Rp 12 triliun dari GPK Bank Konvensional Aceh. Ditambah dengan bergabungnya tiga bank syariah yaitu BNI Syariah, BRI Syariah, dan Mandiri Syariah membuat BIS memiliki aset sekitar Rp 400 triliun atau dalam perbankan melonjak berada di posisi ke-7 secara nasional.

“Perbankan syariah lebih tahan banting karena porsi yang masih sangat kecil dibanding bank konvensional. Jadi, tidak salah kalau bank syariah masih bertahan dan terus berkembang di saat pandemi,” kata Peneliti Ekonomi Islam, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fauziah Rizki Yuniarti, dalam acara Semarak Ramadan 1442 H “Ngaji Finansial” : Faedah Menabung di Bank Syariah yang diselenggarakan Katadata pada Jumat (16/4).

Memang secara data bila dilihat dari perbandingan angka, BSI ke Bank Konvensional itu perbandingannya mencapai 90 ke 10 persen. Secara bank konvensional lebih dulu ada, seperti Bank BNI yang sudah berdiri sejak 1946 sehingga titik mulainya bank syariah dan bank konvensional jauh berbeda.

VP Business Planning & Evaluation Bank Syariah Indonesia Lucky Affriansyah menyatakan, tingkat literasi perbankan syariah masih sangat rendah yaitu 6%-8%. Meski demikian, BSI terus berpacu untuk mengejar kemajuan di era teknologi ini. Kaum millennial menjadi target yang tak kalah penting untuk mengembangkan perbankan yang memiliki nilai agama ini.

“Syariah itu kan dianggap kuno, ketinggalan zaman. Maka campaign kami saat ini ke milenial adalah digitalisasi dan terus kita galakan ke masyarakat bahwa BSI punya benefit secara spiritual. Bertransaksi dan berbisnis di syariah kita punya kontribusi dalam sosial dan ibadah,” jelasnya.

Lucky menambahkan, saat ini milenial mulai cerdas berinvestasi. BSI menyediakan layanan investasi dengan menjual reksadana syariah. Selain itu, ada juga investasi berupa logam mulia, pembelian rumah DP 0 persen, hingga tabungan haji. Semua layanan itu bisa dilakukan secara online atau melalui aplikasi Bank Syariah Indonesia.

“Di bank konvensional tidak punya tabungan emas, di BSI bisa. Mencicil emas, dari sisi rumah, tahun ini kita ada di special pricing dengan fitur menjadi pembiayaan rumah namanya griya digital 2 tahun lancar pembayaran bisa berangkat haji. Fitur uang muka rumah 0%, kita juga punya tabungan haji untuk muslim yang mau naik haji,” tuturnya.

MARKETEERS X








To Top