Dibanding P&G, Belanja Iklan Unilever Tertinggi di Tiga Negara Asia Pasifik

marketeers article
Head office Unilever di Thailand (Ilustrasi: 123RF)

Perusahaan riset global Nielsen belum lama ini merilis 20 pengiklan dan industri dengan belanja iklan teratas selama paruh pertama tahun 2022. Angka tersebut didapatkan dari seluruh media utama di sepuluh pasar Asia Pasifik dengan memanfaatkan solusi Nielsen Ad Intel. Salah satu perusahaan yang memiliki belanja iklan tertinggi adalah Unilever. Bahkan, belanja iklan Unilever mampu mengungguli pesaing terdekatnya, Procter & Gamble (P&G) di beberapa negara.

Menurut laporan Nielsen Ad Intel, Unilever telah menjadi pembelanja iklan terbanyak di Indonesia. Sedangkan P&G menempati posisi keempat setelah Valorant di posisi kedua, dan Mayora di posisi ketiga.

Nielsen Ad Intelligence Indonesia

Tak hanya di Indonesia, belanja iklan Unilever di Thailand, dan Filipina juga menempati posisi teratas dengan belanja iklan tertinggi. Belanja iklan Unilever juga menempati posisi kedua tertinggi di pasar Myanmar.

Persaingan ketat antara belanja iklan Unilever dan P&G juga terjadi di pasar Thailand dan Filipina. Di Thailand, P&G mengekor di posisi ketiga di bawah Nestle yang menempati posisi kedua. Sedangkan di Filipina, P&G yang berada di posisi kedua mampu menempel ketat Unilever lewat Procter & Gamble Phils., Inc.

Cerita berbeda datang dari Taiwan. Nielsen Ad Intelligence Taiwan menempatkan belanja iklan P&G Taiwan sebagai pemilik belanja iklan tertinggi. Di bawahnya, diisi oleh Suntory Wellness Taiwan, Ltd. di posisi kedua dan Holland GlaxoSmithKline Pharmaceutical Co., Ltd. Taiwan Branch di posisi ketiga.

“Dalam lanskap media yang kompleks dan beragam saat ini, konsumen memiliki akses ke berbagai konten di banyak platform dibanding sebelumnya. Untuk dapat bersaing dalam industri yang semakin kompetitif, bisnis memerlukan intelijen periklanan yang andal guna mengembangkan strategi media yang efisien dan untuk membentuk keunikan dari pesaingnya,” ujar Arnaud Frade, Head of Commercial and Growth Nielsen Asia-Pacific dalam laporannya.

Menurut Nielsen’s ROI Report, diperlukan pengeluaran media sebesar 1% hingga 9% dari pendapatan agar brand tetap kompetitif. Frade juga menekankan pentingnya bagi pemasar untuk menggunakan Nielsen Ad Intel agar mendapatkan intelijen berkualitas guna membedakan diri mereka dari pesaing dan membuka jalan bagi merek atau properti media mereka.

Related

award
SPSAwArDS