Didorong Alkes Elektromedik, Itama Ranoraya Raih Pendapatan Rp 696 M

marketeers article
RUPST Itama Ranoraya (FOTO: Itama Ranoraya)

PT Itama Ranoraya Tbk mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 696,303 Miliar pada tahun 2023. Segmen alat kesehatan (alkes) elektromedik menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh produk diagnostik in vitro dan alkes non elektromedik steril.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2024. RUPST tersebut dihadiri oleh 1.299.312.400 pemegang saham, yang mewakili 86.17% hak suara dari total pemegang saham per tanggal 2 April 2024.

Heru Firdausi Syarif, Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk mengatakan, seiring dengan pulihnya sektor kesehatan dari pandemi Covid-19, Permintaan terhadap alat kesehatan steril menurun, sementara permintaan terhadap alat diagnostik elektromedik meningkat secara signifikan.

BACA JUGA: RSPB-BMW Indonesia, Sediakan Layanan Kesehatan Pengantaran Premium 

Untuk menghadapi dinamika pasar, perseroan berencana untuk mempercepat pertumbuhan organik dengan fokus pada produk alat kesehatan dalam negeri, peningkatan jumlah tenaga penjualan, menjalin kemitraan strategis, dan ekspansi kerja sama dengan fasilitas kesehatan.

Manajemen pun berkomitmen untuk terus memperkuat posisi perseroan dan meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham serta masyarakat luas.

“Di tengah dinamika pasar yang terus berkembang, kami optimis memanfaatkan peluang dengan strategi yang telah kami rancang. Dengan tim yang solid dan inovasi yang berkelanjutan, kami yakin akan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai lebih bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Heru Firdausi Syarif dalam siaran pers kepada Marketeers, Jumat (26/4/2024).

Perseroan juga telah mengamankan fasilitas kredit dengan PT OCBC NISP Tbk sebesar Rp 430 Miliar untuk mendukung program bisnis jangka panjang.

BACA JUGA: Perkuat Penetrasi di Indonesia AXIS Communications Gandeng Konexindo Unitama

Selain itu, Perseroan akan terus mengoptimalkan biaya operasional dan belanja modal, serta memastikan pelayanan prima bagi pelanggan, yang diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan sektor kesehatan Indonesia dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Dalam rapat tersebut, disetujui seluruh agenda termasuk Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan untuk tahun 2023, penggunaan laba bersih tahun buku 2023, serta penetapan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris periode 2024-2029.

Dalam rapat, diputuskan untuk mengangkat Teguh Eko Purwanto dan Viertin Maretson Lumban Tobing sebagai Direktur baru. Sedangkan susunan Dewan Komisaris tidak mengalami perubahan.

Editor: Eric Iskandarsjah

Related

award
SPSAwArDS