Digital Marketing: Bikin Untung atau Buntung?

marketeers article
Source: 123rf.com

Pertanyaan di atas masih sering terdengar di kalangan pemasar. Khususnya mereka yang baru memulai menjalankan digital marketing atau yang masih ragu-ragu atau yang sudah lama menjalankannya namun belum melihat hasil.

Di sisi lain, banyak pemasar menyadari pentingnya digital marketing untuk mendukung performa bisnisnya. Meski tak sedikit pula merek yang bakar duit untuk digital marketing hanya karena latah dan biar tidak dianggap sebagai merek kuno atau gaptek.

Hasil The CMO Survey tahun 2022, seperti dikutip dari Harvard Business Review (HBR), menarik disimak. Menurutnya, para CMO dengan senang hati mengalokasikan 57% anggaran untuk digital marketing.  

Namun, survei tersebut juga mengungkap bahwa selama setahun terakhir, lebih dari 30% pemasar curhat tentang tingkat pengembalian investasi masih kecil. Artinya, ada gap antara investasi dengan dampak yang dihasilkan. Mereka khawatir kesenjangan ini akan menimbulkan kesulitan pendanaan di masa depan. 

Fenomena itu lumrah, namun bukan menjadi afirmasi bahwa digital marketing itu hanya bikin buntung. Digital marketing tak terelakkan lagi dan sudah menjadi keharusan bila merek ingin berkembang dan relevan dengan konsumennya. Toh, banyak kisah merek yang sukses dengan digital marketing.

BACA JUGA: 10 Mitos Digital Marketing yang akan Dibongkar di Marketeers Tech for Business 2024

Anggapan digital marketing cuma buang-buang duit, masih menyitir HBR, bukan karena digital marketing itu sendiri. Namun dikarenakan oleh kesalahkaprahan dalam menjalankannya. Bahkan, faktor manusia memainkan peran dalam kegagalan digital marketing ketimbang teknologinya.

Salah satu contohnya, mereka tidak memiliki strategi digital marketing yang terintegrasi. Digital marketing diposisikan secara terpisah dari strategi marketing perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tim dan perangkat digital marketing saja tidak cukup. Digital marketing harus terintegrasi secara penuh dengan strategi bisnis perusahaan. 

Selain itu, menurut berbagai survei lain, kegagalan digital marketing disebabkan oleh aneka faktor, seperti tidak jelasnya tujuan, tak berbasis data, mengentengkan SEO dan content marketing, dan sebagainya.

Bongkar Semua Mitos 

Menjawab kebutuhan, kegalauan, dan kesalahpahaman seputar digital marketing, Marketeers Tech for Business kembali hadir untuk ketiga kalinya dengan mengusung topik Digital Marketing Mythbusting. Event digital marketing terakbar ini akan digelar pada 4 Juni 2024 di CGV, Grand Indonesia, Jakarta. 

Ada serangkaian mitos digital marketing yang akan dibongkar di seminar digital marketing ini bersama para pembicara yang berperan sebagai mythbuster. Marketeers Tech for Business 2024 ini menjadi ruang tepat untuk menggali inspirasi dan kiat praktis menjalankan digital marketing dengan baik alias untung dan tak buntung. 

Segenap informasinya bisa Anda akses di laman Marketeers Tech for Business 2024.

Related

award
SPSAwArDS