Digital

Digitalisasi Jadi Jalan UKM untuk Lebih Kompetitif

SUMBER: 123RF

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) tak diragukan lagi memegang peranan penting sebagai penggerak ekonomi di Indonesia. UKM diketahui berkontribusi pada ekonomi nasional hingga 60%. Tetapi dalam perjalanannya, UKM Indonesia banyak yang bertumbuh tetapi tidak sedikit juga berkurang jumlahnya.

Sebab itu, perlu ada strategi yang tepat untuk membantu UKM lebih siap, menjadi lebih kompetitif sehingga bisa berumur panjang. Digitalisasi dianggap menjadi salah satu jalan bagi UKM untuk bisa terus maju ke depan.

Asdep Kemitraan dan Perluasan Pasar Kemenkop Fixy dalam acara Artajasa Webinar Series I: How to Maximize Indonesia’s SME Ecosystem, Rabu (28/07/2021) mengungkapkan pemerintah menghadirkan sejumlah kebijakan terkait pandemi, salah satunya adalah digitalisasi. Wabah COVID-19 bisa dikatakan sebagai akselerator dari adaptasi masyarakat terhadap teknologi digital.

“Bagi UKM sendiri, mereka kemudian mengikuti perubahan yang terjadi di tengah konsumen. Perubahan yang ada membawa pada kemajuan sikap dalam melihat pemasaran dan juga bisnis. UKM mulai terbiasa untuk maju dan perkembang dengan menggunakan strategi digitalisasi,” tutur Fixy.

Hal senada juga diungkapkan CEO DANA Vincent Iswara yang dalam pemaparannya menjelaskan bahwa COVID-19 telah berdampak besar pada masyarakat serta UKM. Ada sejumlah tren yang hadir di masa pandemi dan ketika wabah ini berakhir, bukan tidak mungkin tren yang muncul tersebut akan terus berlanjut.

Vincent mengungkapkan ada sejumlah peralihan kebutuhan dari masyarakat. Misalnya penurunan travel, transportasi, dan elektronik. Namun, beberapa kategori lainnya justru tumbuh. Mulai dari layanan yang bersifat digital seperti streaming musik dan video. Selain itu, peningkatan juga terlihat pada grocery dan pesan-antar makanan yang tampaknya didorong dengan teknologi digital.

“Intinya adalah digitalisasi ini sangat penting dan bisa menjadi faktor penguat bagi UKM selama pandemi bahkan setelah pandemi. Digitalisasi dapat membantu mereka berkembang semakin pesat,” pungkas Vincent.

Lebih lanjut, ia menambahkan masyarakat kian terbantu dengan teknologi digital. Misalnya saja dengan pemanfaatan metode pembayaran digital. Selama pandemi ini, masyarakat banyak terbantu karena keunggulan contactless. Sehingga dalam lebih dari setahun terakhir, permintaan terhadap pembayaran digital dari masyarakat semakin tinggi.

Vincent juga menegaskan poin-poin yang dapat membantu UKM untuk mengembangkan bisnisnya. Pertama, mereka harus memiliki diversifikasi produk untuk target yang luas. Dan, melalui digitalisasi ini, UKM sebenarnya dapat terbantu dengan melihat segmentasi produk melihat dari masing-masing konsumen melalui kebiasaannya yang tercatat secara digital.

Kedua, melahirkan produk yang sesuai tren dan kebutuhan saat ini. Hampir serupa dengan poin pertama, di sini UKM dapat melihat kebiasaan dan kecenderungan konsumen saat berbelanja.

Ketiga, UKM harus bisa mengomunikasikan empatinya dengan baik serya memiliki dampak sosial. Hal tersebut bisa mereka lakukan dengan terlebih dulu memahami perbedaan dari setiap konsumen mulai dari berbagai generasi. Agar merka bisa menjadi lebih tertarik pada produk yang dijual secara digital.

Terakhir, memanfaatkan transaksi digital untuk kemudahan pembayaran. Dengan opsi pembayaran digital yang lebih banyak, konsumen juga mendapatkan keleluasaan untuk berbelanja.

“Saat ini, hanya sekitar 21% atau 13,7 juta UKM Indonesia yang tergabung dalam ekosistem digital. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada banyak peluang untuk tumbuh dan berkembang,” tutup Vincent.

MARKETEERS X








To Top