Lifestyle & Entertainment

DignityKu Dorong Profesionalitas Teman Disabilitas

SUMBER: MARKETEERS

Penyediaan tempat pelatihan bagi penyandang disabilitas bukanlah sesuatu yang baru. Namun, setelah mendapatkan keahlian tertentu, tidak sedikit dari mereka kebingungan mencari wadah memanfaatkan keterampilannya.

Melihat adanya peluang dari permasalahan tersebut, Hendra Warsita menghadirkan DignityKu sebagai wadah bagi penyandang disabilitas untuk bekerja sebagai profesional.

“Saya melihat mereka sangat fokus dan hasil kerja mereka bahkan bisa lebih baik jika dibandingkan orang lain. Dan, saya tidak ingin teman-teman ini dikasihani karena mereka bisa mandiri serta mampu dididik untuk entrepreneurship,” tegas Hendra, Founder dan CEO DignityKu.

DignityKu bergerak di bidang kuliner. Berawal dari cooking training hingga katering dan yang terbaru, DignityKu menghadirkan cafe yang berlokasi di Kebagusan, Jakarta Selatan. Kafe ini tentu berbeda dengan kafe lainnya.

Aspek utama yang membedakannya adalah pelayanan dari  DignityKu Cafe. Para tamu bisa menikmati makanan yang diolah para penyandang disabilitas yang sudah tersertifikasi, jadi tidak perlu khawatir soal rasa. Karena, makanan yang disajikan di sini tidak kalah dengan kafe-kafe lainnya.

Kafe tentunya akan kurang lengkap tanpa kopi. Ketika memasuki kafe, tamu bisa langsung melihat bar counter untuk memesan minuman seperti kopi, healthy drink, hingga camilan. Dan, keseluruhan pemesanan, pengolahan, hingga pengantaran pesanan juga akan dikerjakan oleh penyandang disabilitas yang digandeng sebagai kru.

“Kita mungkin tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Mereka mampu. Mereka bisa mandiri. Saya mengangkat hal ini sebagai diferensiasi karena saya lihat belum banyak yang memberdayakan disabilitas untuk menghasilkan produk bagus,” kata Hendra.

Ia menambahkan, tak banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari potensi para penyandang disabilitas. Karena itu, dirinya dengan DignityKu berusaha mempromosikannya.

“Jika kita sering mendengar istilah difabel. Sebenarnya, apa itu? Different but able. Karena itu, kami di DignityKu mengusung tagline ‘Ability Beyond Barriers’. Saya percaya mereka punya kemampuan yang mampu melampaui hambatan,” tutup Hendra.

MARKETEERS X








To Top