Finance

Dilanda Pandemi, Generali Justru Catat Laba Tertinggi Sejak 2008

Pandemi memberikan dampak buruk yang cukup besar bagi sebagian besar pelaku industri. Ekonomi yang melemah akibat tingkat konsumsi yang juga turun menjadi faktor utama penurunan bisnis sejumlah perusahaan.

Industri asuransi pun mengalami dampak ini. Meskipun kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan asuransi meningkat saat pandemi, namun sejumlah pemain tetap mengalami kesulitan dalam mempertahankan bisnisnya. Pemain industri ini pun sibuk berinovasi untuk memanfaatkan momentum dalam rangka mempertahankan, bahkan meningkatkan bisnisnya di tengah masa sulit.

Generali Indonesia menjadi salah satu pemain industri asuransi yang membuktikan inovasi menjadi senjata ampuh menghadapi masa sulit. Sepanjang tahun 2020, Generali berupaya menghadirkan inovasi layanan asuransi yang relevan dengan target pasarnya.

Hasilnya, perusahaan ini mencatat laba tertinggi terbesar sejak beroperasi pada tahun 2008. Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia mengumumkan pembukuan laba sebelum pajak Rp 263,6 miliar pada tahun 2020. Naik 145% dibandingkan laba tahun 2019. Selain itu, kesehatan keuangan Generali juga makin baik dengan pembukuan Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 475%. Empat kali lipat dari ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu 120%.

“Sepanjang tahun 2020, Generali berusaha membaca kebutuhan nasabah untuk melakukan inovasi-inovasi yang relevan dan solutif. Kami juga berupaya memberikan nilai tambah dari tiap layanan, sehingga nasabah yang sudah bergabung bisa lebih loyal,” kata Edy dalam pemaparan laporan keuangan tahun 2020 Generali Indonesia di Jakarta, Rabu (16/06/2021).

Selain inovasi, loyalitas nasabah memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan laba ini. Pencapaian premi lanjutan yang tinggi mendorong total premi bruto tercatat mencapai Rp 2,3 triliun pada tahun 2020. Portofolio premi Generali pun terbukti stabil dengan 97% penjualan produk fokus pada reguler premium. Sementara 3% sisanya adalah produk single premium.

Lebih lanjut, Generali juga mengalami pertumbuhan aset hingga lebih dari Rp 7,3 triliun. Perusahaan ini juga mencatat komposisi jalur distribusi keagenan memberikan kontribusi tertinggi, yaitu 74%. Perolehan premi dari jalur distribusi ini tumbuh lebih dari Rp 1,6 triliun.

Physical distancing terbukti bukan menjadi halangan agen Generali dalam berkomunikasi dengan nasabah dan calon nasabah. Hal ini tidak lepas dari inovasi digital yang dikembangkan sepanjang tahun 2020,” tambah Edy.

Rangkaian inovasi digital itu adalah pengembangan fitur nasabah Gen iClick. Sepanjang tahun 2020, Generali menghadirkan Dokter Leo yang merupakan layanan telemedicine, Klaim Online, dan Discharge Button untuk mempermudah layanan kesehatan cepat untuk nasabahnya.

Pada tahun 2020, Generali juga memperkenalkan fitur chatbot Jane untuk melayani nasabah 24 jam dan fitur iPropose sebagai layanan konsultasi dan pembelian produk unit link secara daring.

“Inovasi-inovasi yang dihadirkan sangat relevan dengan kebutuhan asuransi masyarakat selama pandemi. Kuncinya adalah agile dan cermat melihat kondisi dan peluang di pasar,” tutup Edy.

 

MARKETEERS X








To Top