Dipukul Pandemi dan Perubahan Perilaku Konsumen, Bata Tutup Pabrik

marketeers article
Ilustrasi sepatu. Sumber gambar: 123rf.

PT Sepatu Bata Tbk (Bata) memutuskan untuk menutup pabrik produksinya di Purwakarta, Jawa Barat akibat kondisi bisnis yang makin memburuk. Keuangan perusahaan terus memburuk dalam empat tahun terakhir yang disebabkan pandemi COVID-19 serta perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat.

Hatta Tutuko, Direktur dan Sekretaris Bata menjelaskan perusahaan ini telah hadir di Indonesia sejak 93 tahun lamanya dengan produksi pertamanya dilakukan pada tahun 1940. Sebagai salah satu pemasar alas kaki dan ritel termuka di negara ini, Bata memiliki toko di seluruh negeri, dengan memegang lisensi untuk merek lainnya selain Bata, seperti Comfit, Power, Bubblegummers, North Star, B-First, dan Weinbrenner.

BACA JUGA: adidas dan Nickelodeon Rilis Sepatu Superstar Teenage Mutant Ninja Turtles

Hatta menyebut untuk menjalakan bisnis jangka panjang, perusahaan telah berinisiatif untuk mengoptimalkan operasional guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang melalui pemasok lokal dan mitra lainnya.

“Bata merasa perlu untuk bertransformasi untuk melayani konsumen dengan lebih baik. Perusahaan tidak lagi dapat melanjutkan produksi di pabrik di Purwakarta dan sebagai gantinya perusahaan akan menawarkan produk-produk baru yang menarik yang dirancang dan dikembangkan oleh Bata serta produsen lokal dari pabrik mitra kami di Indonesia,” kata Hatta melalui keterangannya, Senin (13/5/2024).

BACA JUGA: Ortuseight Solar, Sepatu Lari yang Terinspirasi dari Talaria Dewa Hermes

Menurutnya, keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah diambil. Namun, setelah melakukan evaluasi mendalam dan persetujuan dengan pihak-pihak terkait, penutupan pabrik merupakan langkah yang tidak dapat dihindarkan.

Kendati demikian, Hatta menjamin perusahaannya akan terus beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat Indonesia dengan kualitas produk terbaiknya. Termasuk pula terus berinovasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan melalui saluran omnichannel dan mengintegrasikan pengalaman langsung dari toko fisik dengan kenyamanan berbelanja online.

“Penyesuaian-penyesuaian ini juga merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk berkembang dan beradaptasi di masa-masa perubahan ini,” kata dia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related